Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi di Sumbar 2020 Terealisasi Rp3,1 Triliun

Target investasi 2021 di Sumbar, belum ditetapkan, karena masih menunggu Gubernur dan Wagub Sumbar terpilih untuk dilantik.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  18:05 WIB
Foto udara kendaraan melewati jembatan darurat satu per satu di kawasan pembangunan Jembatan Titian Panjang, Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (5/2/2021). - Antara/Iggoy el Fitra.
Foto udara kendaraan melewati jembatan darurat satu per satu di kawasan pembangunan Jembatan Titian Panjang, Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (5/2/2021). - Antara/Iggoy el Fitra.

Bisnis.com, PADANG - Realisasi investasi dalam negeri maupun asing di Provinsi Sumatra Barat sepanjang tahun 2020 melebihi target.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan target Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun 2020 sebesar Rp 2,8 triliun lebih di tahun 2020, ternyata realisasinya itu Rp3,1 triliun lebih atau dengan persentase capaian 108,99 persen.

"Beruntung PMDN tidak begitu terdampak adanya pandemi Covid-19. Buktinya jumlah investasi yang masuk ke Sumbar itu mencapai Rp 3,1 triliun," katanya ketika dihubungi Bisnis di Padang, Rabu (24/2/2021).

Menurut Dedi bila dirinci secara kabupaten dan kota, maka realisasi PMDN 2020 yang terbesar datang dari Kabupaten Padang Pariaman, dimana realisasinya itu mencapai Rp1,1 triliun lebih.

Selain itu disusul oleh Kabupaten Solok Selatan, di sana realisasi investasi sebesar Rp 812 miliar lebih. Serta selanjutnya diikuti oleh Kota Padang, dengan nilai realisasi investasi 2020 sebesar Rp 435 miliar lebih.

Sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA), dari target investasi di 2020 sebesar US$125 juta dan terealisasi US$125,5 juta lebih. Artinya untuk realisasi investasi PMA naik sebesar 100,47 persen.

Kondisi investasi untuk PMA itu bila dilihat pula dari triwulan I 2020 itu sebesar US$22,2 juta, dan naik di triwulan II jadi US$45,3 juta. Tapi melihat pada triwulan III realisasinya turun jadi US$30,2 juta. Serta untuk triwulan IV kembali turun jadi US$27,8 juta.

"Untuk investasi asing ini penyebab turunnya karena dampak pandemi Covid-19," tegasnya.

Dedi menjelaskan negara-negara yang tercatat berinvestasi ke Sumbar pada 2020 itu, seperti dari Singapura Rp 61,3 miliar, Belanda Rp 13,8 miliar, Malaysia Rp 13,6 miliar, Hongkong Rp 14,2 miliar, Amerika Serikat Rp 11,3 miliar. Mauritius dengan nilai investasi 8,6 juta dolar AS, serta India dengan nilai 1,2 juta dolar AS, dan Jerman 617 ribu dolar AS.

"Masih ada beberapa negara lainnya, seperti Inggris, Belanda, Brazil, Australia, Korea Selatan, dan Belgia," jelas Dedi.

Sedangkan untuk target investasi 2021 di Sumbar, Dedi mengaku belum ditetapkan, karena masih menunggu Gubernur dan Wagub Sumbar terpilih untuk dilantik. Karena untuk membahas penetapan target investasi, perlu dibahas bersama gubernur ataupun wagub. (k56)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi sumbar
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top