Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Sumbar Targetkan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Listrik Desa 100 Persen di 2021

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatra Barat terus melakukan upaya untuk mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio listrik desa yang ada di Ranah Minang.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  10:57 WIB
Para pekerja tengah mengangkut tiang listrik di salah satu desa di Provinsi Sumatra Barat.  - Istimewa
Para pekerja tengah mengangkut tiang listrik di salah satu desa di Provinsi Sumatra Barat. - Istimewa

Bisnis.com, PADANG - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatra Barat terus melakukan upaya untuk mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio listrik desa yang ada di Ranah Minang.

General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto mengatakan upaya ini dilakukan karena sepanjang tahun 2020 PLN UIW Sumbar telah berhasil mengalirkan listrik untuk 19 desa yang tersebar di sejumlah daerah di Sumbar.

"PLN telah melistriki 19 desa yang tersebar di Sumbar, maka rasio elektrifikasi PLN Sumbar hingga kuartal IV-2020 mencapai 98,81 persen, meningkat bila dibandingkan tahun 2019 lalu yang baru mencapai 97,33 persen," kata Bambang melalui pesan tertulisnya, Selasa (23/2/2021).

Dia menyebutkan bahwa ada sekitar 666 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 19 desa itu yang menjadi pelanggan baru PLN. Untuk itu, PLN terus berupaya mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di Sumbar.

Dimana di dalam satu tahun PLN Sumbar berhasil melistriki 19 desa yang tersebar di Kabupaten Solok, Kepulauan Mentawai, Agam, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan.

"Semoga hadirnya listrik dapat memberikan dampak positif, dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ujar Bambang.

Menurut dia untuk melistriki 19 desa itu, PLN UIW Sumbar telah membangun sejumlah infrastruktur pendukung diantaranya jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 75,536 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 117,852 kilometer sirkuit (kms) dan dibangun sebanyak 27 gardu dengan kapasitas daya 1700 kiloVolt Ampere (kVA).

Sementara pada tahun 2021 ini PLN Sumbar menargetkan ada beberapa desa baru yang akan teraliri listrik, sebagian besar berada di sekitaran Siberut Mentawai, sehingga pertumbuhan rasio desa berlistrik diperkirakan menjadi 99,74 persen pada akhir Desember 2021.

"Jadi upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Sumbar memang masih sedikit terhambat karena terkendala kondisi cuaca, medan yang sulit dilalui, ditambah lagi pandemi saat ini," sebutnya.

Namun dengan dukungan dari segala pihak, PLN tetap optimis seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati listrik untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.

Tujuh Desa Mentawai Belum Teraliri Listrik

Bambang juga mengakui masih terdapat ada tujuh desa baru yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang belum teraliri listrik

"Untuk kabupaten dan kota lainnya di Sumbar telah 100 persen rasio desa berlistriknya. Tinggal Mentawai yang belum, dan ini tentunya jadi tugas kedepan agar tujuh desa baru itu bisa dialiri listrik," katanya.

Dia menjelaskan tujuh desa baru itu berada di Pulau Sipora dan Pulau Siberut Mentawai yakni Desa Betumonga (Pulau Sipora), Desa Sagulubbek (Pulau Siberut), Desa Sirilogui (Pulau Siberut), Desa Sotboyak (Pulau Siberut), Desa Bojakan (Pulau Siberut), Desa Simatalu (Pulau Siberut) dan Desa Sigapokna (Pulau Siberut).

Bambang menyebutkan bahwa hal yang membuat tujuh desa baru itu belum teraliri listrik hingga sekarang, karena infrastruktur yang belum memadai seperti jalan dan jembatan.

Sehingga tujuh desa baru tersebut saat ini tidak saling terhubung. Dalam artian untuk melistriki desa-desa tersebut, harus dibangun pembangkit isolated.

"Kini tujuh desa baru itu sudah masuk dalam rencana Listrik Desa 2021," jelasnya.

Menurut Bambang selain adanya kendala infrastruktur, persoalan lainnya yang dihadapi adalah kemampuan masyarakat yang di bawah garis sejahtera, sehingga membutuhkan bantuan pihak lain untuk dapat menjadi pelanggan PLN.

"Semoga di tahun 2021 ini seluruh desa di Mentawai bisa dialiri listrik. Sehingga rasio desa berlistrik di Sumbar bisa 100 persen," harapnya.

Selain itu Bambang juga menyebutkan melihat pada overview sistem kelistrikan di Sumbar, untuk daya mampu pembangkit mencapai 743,62 Megawatt (MW), Beban Puncak 593.50 MW, dan Cadangan Daya 150,12 MW dengan reserve margin 20,19 persen.

Dimana untuk pembangkit eksisting nya itu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 355,00 MW. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 80,00 MW. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 252,91 MW. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 39,12 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bambu (PLTBm) 0,25 MW.

"Jadi kita itu sebenarnya bisa untuk mengaliri listrik di seluruh daerah di Sumbar. Hanya saja infrastruktur untuk mengaliri listrik itu harus ada, dan di Mentawai masih terkendala soal infrastruktur itu," tutup Bambang. (k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN sumbar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top