Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Covid-19, Pedagang Suvenir di Kawasan Danau Toba Keluhkan Omzet

Pedagang pernak-pernik di kawasan wisata Danau Toba Sumatra Utara mengeluhkan berkurangnya wisatawan yang datang ke daerah tersebut.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  19:58 WIB
Perajin ornamen batak Weropson Siallagan dan ornament hasil ukirannya. Dia berdagang di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. - Bisnis/Cristine Evifania Manik
Perajin ornamen batak Weropson Siallagan dan ornament hasil ukirannya. Dia berdagang di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. - Bisnis/Cristine Evifania Manik

Bisnis.com, MEDAN - Pedagang pernak-pernik di kawasan wisata Danau Toba Sumatra Utara mengeluhkan berkurangnya wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Pasalnya, para pedagang kehilangan omzet penjualan hingga 80 persen.

“Menurun drastis, ada 80 persen. Kalau dulu bisa jual sampai lima lusin kaos, sekarang, satu hari bisa gak laku sama sekali,” kata Desna Rumahorbo pedagang pernak-pernik di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Jumat (19/2/2020).

Pedagang suvenir di Desa Tomok tetap harus membayar uang sewa lapak tahunan, meskipun pandemi Covid-19 menggerus usahanya. Menurut Desna, dia belum mendapakan bantuan, baik berupa sembako maupun uang tunai.

Para pedagang di daerah tersebut terpaksa beralih pekerjaan penjadi petani agar tetap menghasilkan uang.

“Bayar sewa, gak ada keringanan sejak pandemi. Gak ada bantuan juga. Selama pandemi ya bertani,” imbuh Desna.

Hal serupa juga dinyatakan perajin sekaligus pedagang ornamen batak Weropson Siallagan. Weropson yang berdagang di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara ini mengatakan sebelum pandemi covid-19 mewabah, dia dapat menjual hasil kerajinannya, yaitu tunggal panaluan hingga empat buah dalam sebulan.

“Ini namanya tunggal panaluan. Harganya bermacam-macam. Ada yang Rp500.000 sampai jutaan. Sekarang ga ada yang beli. Kalau dulu bisa empat satu bulan,” kata Weropson, Jumat (19/2/2021).

Weropson tidak berharap usahanya kembali membaik di tahun ini. Menurutnya, wisatawan baru akan kembali mengunjungi kawasan Danau Toba pada tahun 2022.

“Sepilah, covid udah satu tahun. Saya kira pengunjung mulai membaik dari tahun depanlah,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top