Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Sumsel Awal Tahun 2021 Melonjak Lebih Tinggi Sebelum Pandemi

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan (Sumsel) ekspor provinsi itu mencapai US$387,12 juta pada Januari 2021. Nilai tersebut naik sebesar 12% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  16:12 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG – Kinerja ekspor Sumatra Selatan pada tahun 2021 diawali dengan lompatan positif yang ditopang kenaikan sektor pertambangan dan industri.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan (Sumsel) ekspor provinsi itu mencapai US$387,12 juta pada Januari 2021. Nilai tersebut naik sebesar 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumsel Sukerik mengatakan nilai ekspor Januari 2021 bahkan meningkat signfikan dibandingkan momen sebelum terjadinya pandemi Covid-19, Januari 2019, yakni naik 56,85 persen.

“Artinya start kita pada tahun ini sudah lumayan tinggi. Peningkatan ini menunjukkan perbaikan di sektor ekspor,” katanya, Senin (15/2/2021).

Dia mengemukakan kenaikan ekspor Sumsel tersebut berasal dari komoditas nonmigas, yang mana mendominasi 98,26 persen dari total nilai ekspor Sumsel.

Adapun secara rincian, komoditas nonmigas tersebut, mencakup karet dan barang dari karet, bubur kertas, minyak kelapa sawit, serta batu bara. 

“Untuk pertambangan, yang di dalamnya ada batu bara, memang menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang periode Januari [yoy] dibanding sektor lainnya,” katanya.

Diketahui, ekspor pertambangan mencapai US$90,97juta atau naik 27,71 persen. Sektor tersebut berkontribusi sebesar 23,09 persen terhadap ekspor Sumsel. 

Sementara sektor industri mencapai US$293,62 juta atau tumbuh 16,23 persen dengan share terhadap ekspor sebesar 74,52 persen.

Sementara, sektor pertanian yang digadang-gadang mampu menjadi potensi baru terhadap kinerja ekspor Sumsel, tercatat merosot. Nilai ekspor pertanian, yang disokong komoditas kelapa dan lada hitam, hanya sebanyak US$2,54 juta. Kontribusinya juga masih tergolong rendah, yakni sebesar 0,65 persen.

Sukerik mengemukakan kinerja ekspor tidak terlepas dari kondisi negara tujuan. Di mana, kata dia, transaksi perdagangan dengan Tiongkok, sebagai pasar utama ekspor Sumsel, sudah meningkat signifikan.

“Tiongkok ini negaranya sudah hampir pulih dari dampak Covid-19 sehingga neraca perdagangan luar negerinya juga sudah bagus,” katanya.

Sukerik menjelaskan permintaan terhadap bahan bakar mineral dari Tiongkok mendongkrak ekspor Sumsel ke negara tersebut.

Selain Tiongkok, kata dia, peningkatan ekspor juga terjadi untuk pasar Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Kamboja dan Jerman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top