Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nataru, Harga Bahan Pokok di Sumbar Merangkak Naik

Kenaikan sejumlah bahan pokok di berbagai daerah di Provinsi Sumatra Barat mulai dirasakan di momen Natal 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  21:52 WIB
Seorang warga tengah membeli cabai merah di salah satu pedagang yang ada di Pasar Raya Padang, Sumatra Barat.  - Bisnis/Noli Hendra
Seorang warga tengah membeli cabai merah di salah satu pedagang yang ada di Pasar Raya Padang, Sumatra Barat. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Kenaikan sejumlah bahan pokok di berbagai daerah di Provinsi Sumatra Barat mulai dirasakan di momen Natal 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Berdasarkan pantauan di Pasar Raya Padang, harga bahan pokok yang mengalami kenaikan itu yakni cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Murni Yanti, mengakui bahwa ada sejumlah harga bahan pokok yang mengalami kenaikan. Seperti untuk cabai merah keriting lokal Rp62.000 per kilogram, cabai merah asal Jawa dan Medan Rp65.000 per kilogramnya.

"Kenaikan cabai merah ini sebenarnya sudah terjadi sejak awal Desember 2020, hanya saja belum begitu tinggi yakni Rp40.000 per kilogram nya. Tapi seiring waktu berjalan, kenaikan terus terjadi dan kini bisa mencapai Rp65.000 per kilogramnya," katanya, Selasa (22/12/2020).

Murni mengaku seiring naiknya harga cabai merah itu, konsumsi masyarakat pun terlihat meningkat dari hari biasanya. Bahkan yang biasanya lapak dagangan dibuka pagi sampai sore, dan sekarang hanya sampai di waktu siang saja, seluruh cabai ludes terjual.

"Jadi penjualan memang meningkat, mungkin saja karena banyak perantau yang pulang untuk liburan akhir tahun," katanya.

Tidak hanya di Kota Padang, di Kabupaten Pesisir Selatan, juga mengalami hal yang sama. Dimana harga bahan pokok salah satunya cabai merah tengah mengalami kenaikan harga.

Salah seorang warga di Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Rossi, menyebutkan bahwa saat ini harga cabai merah di pasar daerah setempat nyaris menyentuh Rp70.000 per kilogram nya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai merah itu sudah mulai dirasakan sejak hampir dua pekan ini, atau semenjak memasuki bulan Desember 2020.

"Awalnya itu harga cabai merah ini Rp35.000 per kilogramnya. Lama kelamaan, terus naik dari beberapa hari ke hari berikutnya. Hingga kini sudah sampai Rp67.000 per kilogramnya," jelas Rossi.

Diakuinya bahwa di sejumlah pasar di daerahnya itu, cabai merah yang masuk kebanyakan dari cabe merah lokal, serta dari daerah Kerinci Jambi dan cabai merah asal Jawa.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumbar, Ridonal, mengatakan, dari pendataan kondisi harga bahan pokok di Pasar Raya Padang hari ini Selasa (22/12) selain cabai merah yang mengalami kenaikan, daging ayam ras dimana per kilogramnya itu Rp27.000, dan ayam kampung Rp50.000 per kilogram nya.

"Biasanya untuk daging ayam ini normalnya di harga Rp22.000 per kilogramnya. Jadi ada kenaikan sebesar Rp5.000 per kilogramnya," ujar dia.

Sedangkan untuk harga telur ayam ras per 10 butir itu saat ini Rp16.000, dan sementara di harga normalnya telur ayam ras di kisaran Rp14.000 per 10 butir telur. Artinya telur ayam ras ini mengalami kenaikan Rp2.000 per 10 butir nya.

"Kenaikan untuk harga bahan pokok ini jelas ada sebabnya, dan hal ini memang ada kaitannya dengan momen Nataru, setelah didorong oleh penyebab lainnya," sebut dia.

Ridonal menjelaskan untuk cabai merah, kenaikan yang terjadi itu ada beberapa hal, pertama dipengaruhi oleh cuaca, kedua adanya musim, serta meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap cabai merah.

Konsumsi masyarakat yang dimaksud, dimana pada momen Nataru ada keluarga perantauan yang pulang kampung. Artinya di masing-masing keluarga yang biasa menghabiskan 1 kilogram cabai merah selama 1 minggu, sekarang karena keluarga ramai maka per kilogram nya itu hanya cukup untuk 2 hari atau bahkan 1 kilogram untuk masak 1 hari saja.

"Jadi kebutuhan besar, sementara pasokan yang ada masih tetap disaat kebutuhan masih normal. Kini di saat cabai merah lagi mahal pun, pasokan yang masuk tidak bertambah alias masih sama di momen luar Nataru," jelasnya.

Belum lagi soal momen pesta pernikahan jelang akhir tahun. Momen pernikahan juga disebut-sebut sebagai salah satu penyebab naiknya harga cabai merah di Sumbar ini.

Dimana sebelumnya khusus di Kota Padang pemerintah telah melarang perayaan pesta pernikahan dalam masa pandemi Covid-19, dan pada awal Desember 2020 ini izin kembali diberikan, sehingga kebutuhan cabai merah untuk memasak seperti katering pun kembali jalan.

"Jadi pasokan yang masuk masih tetap di momen luar Nataru, sementara permintaan lagi. Alasan pasokan masih tetap dan tidak bertambah, karena lagi ada faktor cuaca untuk menambah pasokan dari luar, seperti cabai asal Jawa dan Medan," ungkapnya.

Sementara untuk cabai merah lokal, memang tidak begitu banyak permintaan dari masyarakat, karena rasanya lebih pedas dari rasa cabai merah Jawa dan Medan. Sehingga penjualan cabai merah lokal tidak setinggi cabai merah luar Sumbar.

Begitu juga soal telur ayam dan daging ayam ras, ini ada pengaruh soal mulai minimnya pelaku usaha peternak ayam ras untuk mendapatkan bibit ayam. Karena memang, kata Ridonal, kenaikan ayam potong ras akan selalu beriringan dengan telur ayam nya.

"Kalau daging ayamnya naik, biasanya telur ayamnya pun naik. Hal ini dikarenakan bibit ayam lagi sulit untuk didapatkan," sebutnya.

Ridonal pun memperkirakan bahwa kondisi naiknya harga daging ayam dan telur ayam ras itu akan berlangsung lama, atau menunggu bibit yang ayam yang ada saat ini kembali tumbuh besar hingga layak untuk dijual.

"Jadi kepada masyarakat perlu bersabar dulu, karena khusus untuk harga daging ayam dan telur itu belum bisa dipastikan dalam waktu dekat ini harganya kembali turun," imbaunya. (k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top