Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILKADA SERENTAK: KPU Medan dan Satgas Covid-19 Klaim tak Ada Kerumunan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan bersama Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19 telah menerapkan prosedur baru untuk pemilih yang datang ke TPS sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  20:57 WIB
PILKADA SERENTAK: KPU Medan dan Satgas Covid-19 Klaim tak Ada Kerumunan
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali Kota Medan akan dilaksanakan pada Rabu (9/12/2020) besok. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan bersama Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19 telah menerapkan prosedur baru untuk pemilih yang datang ke TPS sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Semua sudah pakai protokol kesehatan di TPS, gak ada kerumunan," kata juru bicara Satgas Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah, Selasa (8/12/2020).

Aris menjelaskan, KPU telah merancang pelaksanaan teknis pemilu yang mengacu pada protokol kesehatan ketat. Salah satunya adalah memfasilitasi petugas pemungutan suara (PPS) dengan masker kain, sarung tangan, dan face shield.

Komisioner KPU Kota Medan Divisi Program, Data, Informasi Nana Miranti menyebutkan, proses pencoblosan akan dijadwalkan tiap jam sebagai upaya mengurai kerumunan. Para pemilih diimbau datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sesuai jadwal yang tertera di undangannya.

"Kalau dulu ada jam pukul 07:00 sampai 13:00. Kalau sekarang itu, ada jadwal kehadiran. Jadi masing masing pemilih kita bagi jadwalnya per jam. Harapannya ini bisa mengurai penumpukan di TPS," kata Nana, Selasa, (8/12/2020).

Dirinya juga menjelaskan bahwa KPU menyiapkan satu baju hazmat di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Hal ini sebagai antisipasi bila terdapat pemilih yang sedang sakit atau mendadak pingsan.

Beberapa perlengkapan juga disiapkan untuk mendukung penerapan prokes di tiap TPS, yaitu desinfektan, dua buah ember yang diletakkan di pitu masuk dan pintu keluar, satu buah termo gun, tissue 10 ball, dan persediaan masker sebanyak 10 persen dari total pemilih.

Nana memperkirakan, potensi kerumunan bisasanya terjadi sekitar pukul 10:00 hingga 12:00. Oleh karena itu, penjadwalan pemilih tersebut dianggap penting.

Untuk petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas mengumpulkan surat suara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, mereka akan menggunaan APD lengkap berupa masker, sarung tangan, face shield, dan baju hazmat.

Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan pihak rumah sakit (RS) pun, mengharuskan petugas KPPS segera membersihkan diri sesaat setelah keluar dari RS. Petugas KPPS yang ditugaskan di RS, akan didampingi oleh panwas atau pengawas TPS beserta saksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Pilkada Serentak
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top