Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Serentak, RAPP & APR Kirim Kertas dan Rayon Senilai Rp347,16 Miliar

Kegiatan pelepasan ekspor di Riau dilakukan di kawasan PT RAPP di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. PT RAPP (APRIL Group) dan PT Asia Pacific Rayon (APR) yang ikut berpartisipasi mengekspor produk kertas dan rayon dengan nilai sebesar US$24,48 juta atau Rp347,16 miliar dengan tujuan Tiongkok, Turki, Pakistan dan Banglades.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  12:00 WIB
Pelepasan  produk kertas dan rayon untuk tujuan Tiongkok, Turki, Pakistan dan Bangladesh. Pelepasan ini disaksikan oleh Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Indrasari Wisnu Wardhana, Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution; Wakil Bupati Pelalawan, Zardewan; Mill Operations Support Director RAPP, Mhd Ali Shabri.  - Istimewa
Pelepasan produk kertas dan rayon untuk tujuan Tiongkok, Turki, Pakistan dan Bangladesh. Pelepasan ini disaksikan oleh Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Indrasari Wisnu Wardhana, Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution; Wakil Bupati Pelalawan, Zardewan; Mill Operations Support Director RAPP, Mhd Ali Shabri. - Istimewa

Bisnis.com, PANGKALAN KERINCI — Presiden RI Joko Widodo melepas ekspor produk Indonesia ke pasar global serentak di Indonesia. Kegiatan bertajuk “Pelepasan Ekspor ke Pasar Global” ini terpusat di Lamongan, Jawa Timur, dan dikoordinasikan langsung oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Kegiatan pelepasan ekspor ini diikuti 133 pelaku usaha, skala besar maupun kecil dan menengah (UKM) yang tersebar di 16 provinsi. Total nilai ekspor kegiatan tersebut pada bulan Desember 2020 mencapai US$1,64 miliar atau setara dengan Rp23,75 triliun.

Khusus Provinsi Riau, kegiatan pelepasan ekspor dilakukan di kawasan PT RAPP di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. PT RAPP (APRIL Group) dan PT Asia Pacific Rayon (APR) yang ikut berpartisipasi mengekspor produk kertas dan rayon dengan nilai sebesar US$24,48 juta atau Rp347,16 miliar dengan tujuan Tiongkok, Turki, Pakistan dan Banglades.

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana mengapresiasi para pelaku usaha yang berhasil melakukan ekspor di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

"Pelepasan ekspor ini diharapkan dapat terus memotivasi para pelaku usaha, termasuk UKM untuk berinovasi agar dapat menembus pasar global," katanya, Jumat (5/12/2020). 

Wakil Gubernur Riau, Edy Afrizal Natar Nasution mengatakan acara ini membuktikan eksportir dari Riau tetap dapat melakukan eksportasi yang stabil di masa pandemi ini.

Edy juga mengapresiasi RAPP dan APR yang terus berkontribusi terhadap daerah dalam menyerap tenaga kerja di daerah Riau. Edy berharap masyarakat terus dapat mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi dan para pelaku usaha dapat menjaga performa usaha mereka.

Mill Operations Support Director RAPP, Mhd Ali Shabri menyampaikan terima kasih kepada Kemendag, Pemprov Riau dan Pemkab Pelalawan berkenaan dengan terpilihnya RAPP (APRIL Grup) sebagai lokasi pelepasan ekspor ke pasar global. RAPP berharap dukungan dari pemerintah untuk tetap berkinerja selama masa pandemi.

Kinerja Perdagangan Provinsi Riau menunjukkan surplus sebesar US$8,28 miliar untuk produk non-migas pada periode Januari-September 2020 dimana impor tercatat sebesar US$927,1 juta dan nilai ekspor tercatat sebesar US$9,21 miliar. Adapun produk ekspor utama terbesar adalah kelapa sawit dan turunannya, bubur kertas dan kertas.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah dengan meningkatkan nilai ekspor. Peningkatan tersebut bukan hanya bertujuan membantu pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

"Di situasi pandemi dan perekonomian global yang sedang lesu saat ini berdampak pada pasar ekspor yang juga pasti menurun. Namun, kita tidak boleh menyerah, kita harus melihat dengan lebih jeli peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang juga sekarang ini sedang mengalami pandemi," katanya dalam peresmian yang dilakukan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/12).

Presiden mengingatkan, satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor Indonesia harus rutin dicermati dan dicari solusinya. Regulasi yang rumit serta prosedur birokrasi yang menghambat juga harus segera dipangkas.

Mendag Agus Suparmanto menjelaskan pelepasan ekspor serentak ini upaya peningkatan ekspor nonmigas sekaligus memotivasi pelaku usaha agar tetap meningkatkan ekspor. Kegiatan ini juga menjadi langkah percepatan ekspor non-migas di masa pandemi, termasuk pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

"Acara ini sekaligus menandai momentum ekspor produk Indonesia di bulan Desember. Pelepasan ekspor ini menjadi perhatian tersendiri karena terdapat sejumlah pelaku usaha yang mencatatkan ekspor perdana serta sejumlah pelaku usaha lainnya yang berhasil mendiversifikasi produk ekspor mereka," jelasnya.

Sementara negara tujuan ekspor hampir mencakup seluruh belahan dunia seperti Asia Pasifik antara lain Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Republik Rakyat Tiongkok, Singapura, Hong Kong, Qatar, Arab Saudi, negara-negara Benua Eropa, negara-negara ASEAN, India, dan Bangladesh.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2020 mencatatkan surplus US$17,07 miliar. Surplus tersebut merupakan surplus tertinggi kedua dalam satu dekade terakhir, mendekati nilai surplus pada 2010 yang mencapai US$22,12 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ekspor rapp
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top