Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Petani dan PTPN V Komitmen Jaga Produktivitas TBS Kelapa Sawit

PTPN V terus mengakselerasi PSR sesuai dengan target perusahaan seluas 18.000 hektare hingga tahun 2023 mendatang.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  13:53 WIB
Setiyono, Ketua Aspekpir yang juga Ketua KUD Tunas Muda mendampingi CEO PTPN V Jatmiko K Santosa saat tanam perdana bibit kelapa sawit unggul di atas 720 Ha lahan sawit plasma di Kabupaten Siak, baru-baru ini. - PTPN V.
Setiyono, Ketua Aspekpir yang juga Ketua KUD Tunas Muda mendampingi CEO PTPN V Jatmiko K Santosa saat tanam perdana bibit kelapa sawit unggul di atas 720 Ha lahan sawit plasma di Kabupaten Siak, baru-baru ini. - PTPN V.

Bisnis.com, PEKANBARU — PT Perkebunan Nusantara V menjamin produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani plasma melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) mengatakan bermitra bersama PTPN V produktivitas TBS petani plasma terus terjaga hingga di atas rata-rata produktivitas nasional.

"Selama ini alhamdulillah produktivitas kami bisa mencapai 24 ton per hektare. Bahkan di usia 35 tahun, sawit ini masih sangat baik. Namun, karena sudah tua harus tetap remajakan agar produktivitas lebih baik," kata Setiyono dari keterangan resmi, Rabu (28/10/2020).

Setiyono yang juga Ketua KUD Tunas Muda Kabupaten Siak sampaikan hal itu di sela-sela kegiatan penanaman perdana 720 hektare perkebunan sawit rakyat yang dilaksanakan PT Perkebunan Nusantara V di Kabupaten Siak, kemarin.

Dirinya dan petani lain telah bermitra dengan PTPN V selama 35 tahun terakhir. Produktivitas sawit lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas nasional. Kemitraan juga dibangun dengan pola transparansi menjadi nilai positif tersendiri bagi para petani untuk mempercayakan peremajaan, perawatan, dan pengelolaan kebun sawit ke PTPN V.

Selain itu, pelibatan petani sejak awal dalam proses peremajaan membuat mereka tidak perlu khawatir akan penghasilan selama menunggu pembibitan hingga panen.

"Kami semua bersama tiga KUD lainnya sepakat untuk kembali bekerjasama dengan PTPN V. Nantinya, ada juga beberapa KUD di Siak yang akan mengikuti langkah kami. Saat ini masih dalam tahap melengkapi dokumen," ujarnya.

CEO PTPN V Jatmiko K Santosa mengatakan kunci keberhasilan program peremajaan sawit ini adalah kepercayaan. Sehingga, perusahaan berani memberikan jaminan terhadap produktivitas petani di atas rata-rata nasional.

"Kita berikan jaminan produktivitas sawit petani di atas rata-rata produksi nasional. Jika di bawah itu, kita ganti. Di PTPN V itu kita terus berusaha bagaimana supaya petani swadaya secara ekonomi dan setara dengan mitra, bahkan petani bisa menjadi mitra teknis bagi kelompok petani lainnya," tegas dia.

Jatmiko melanjutkan dalam proses peremajaan sawit, mulai penebangan sawit renta, pembersihan lahan, penanaman bibit dengan menggunakan sawit unggul tersertifikasi, pemeliharaan hingga panen, PTPN V langsung melibatkan para petani.

PTPN V terus mengakselerasi PSR sesuai dengan target perusahaan seluas 18.000 hektare hingga tahun 2023 mendatang. Khusus di Kabupaten Siak pada 2020 ini, PTPN V targetkan meremaja 2.000 hektare. Di seluruh Riau, PTPN V memasang target mulai program PSR di lahan seluas 5.400 hektare pada 2020 ini.

Program peremajaan sawit milik para petani mulai gencar digulirkan PTPN V sejak 2019 silam. Hingga kini, tak kurang 33 KUD telah bergabung bersama PTPN V dengan total lahan perkebunan sawit yang diremajakan mencapai 11.531 hektare.

Selain meningkatkan kesejahteraan para petani, ia menuturkan peremajaan merupakan langkah perusahaan untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku TBS untuk memenuhi kapasitas olah Pabrik Kelapa Sawit PTPN V mencapai 570 ton TBS per jam yang dengannya menjadi upaya perusahaan mendukung program PEN yang dicanangkan Pemerintah.(K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit ptpn v
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top