Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rifan Financindo Berjangka Palembang Catat Nasabah Baru Tumbuh 41,55 Persen

Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang mencatat pertumbuhan nasabah baru hingga 41,55 persen di tengah pandemi Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  10:53 WIB
Ilustrasi aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. - Bloomberg
Ilustrasi aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. - Bloomberg

Bisnis.com, PALEMBANG - Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang mencatat pertumbuhan nasabah baru hingga 41,55 persen di tengah pandemi Covid-19.

Pimpinan Cabang Rifan Financindo Berjangka (RFB) Palembang, Eko Budhi Prasetyo, mengatakan kinerja perusahaan di kota itu tetap dalam tren positif yang tercermin dari masih banyaknya masyarakat yang tertarik berinvestasi di perdagangan berjangka komoditi (PBK), terutama emas.

"Jumlah nasabah baru tumbuh di atas 41,55% atau bertambah 436 nasabah. Kami optimistis bahwa hingga akhir tahun, target sebanyak 752 nasabah baru dapat tercapai," katanya saat seminar Tren Bisnis Digital Di Masa Pandemi, Minggu (25/10/2020).

Menurut Eko, catatan rapor biru RFB Palembang disebabkan oleh momen kenaikan harga emas yang dimulai sejak awal Januari dan melesat saat Covid-19 melanda.

"Banyak nasabah yang meraih profit ketika harga emas naik dan peluang keuntungan ini semakin besar hingga akhir tahun 2020 karena adanya momen pemilihan presiden Amerika Serikat, window dressing dan Festival Diwali di India," terang nya.

Selain itu, kata dia, kemudahan transaksi PBK yang bersistemkan online dan realtime mendorong para nasabah untuk memanfaatkan waktu mereka dengan melakukan transaksi sebanyak-banyaknya selama pandemi.

Eko menjelaskan sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimulai pada April 2020, telah terjadi pergeseran perilaku konsumen Indonesia baik dalam hal berbelanja sampai kepada berinvestasi.

Kegiatan belanja online tumbuh signifikan mencapai di atas 30%-50% begitu juga dengan investasi berbasis aplikasi, termasuk pula untuk PBK.

Mengutip data dari PT Kliring Berjangka Indonesia, transaksi PBK sampai dengan Kuartal III tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan transaksi sebesar 25,43%, dari 992.187 lot pada Kuartal III 2019 menjadi 1.244.491 lot pada Kuartal III 2020.

"Ini menjadi bukti bahwa industri PBK cukup tahan terhadap guncangan ekonomi, baik lokal maupun global," ujarnya.

Dia melanjutkan kondisi tersebut juga menjadi sebuah keuntungan bagi para perusahaan pialang berjangka, termasuk RFB Palembang.

Eko menilai investasi di PBK merupakan salah satu pilihan yang dapat dilirik masyarakat selama masa pandemi. Namun demikian, nasabah juga harus memerhatikan aspek manajemen risiko.

Kuncinya, kata Eko ada pada pemahaman produk dan kerjasama yang baik dengan Wakil Pialang Berjangka sebagai konsultan investasi yang telah teruji dan tersertifikasi.

"Ke depan RFB Palembang akan membuka trading class dengan sistem webinar untuk masyarakat yang ingin mengenal peluang investasi di PBK," kata Eko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa berjangka
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top