Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanpa Pelabuhan TAA, Konektivitas Tol Trans Sumatra di Sumsel Tak Sempurna

konektivitas di bagian Selatan Sumatra masih kurang dibanding bagian Utara. Pasalnya, Kawasan Utara sudah memiliki pelabuhan besar.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  18:28 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah) didampingi Bupati Banyuasin Askolani (kiri) dan Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel Sarimuda (kanan) memberikan keterangan pers terkait pembangunan KEK Tanjung Api/Api. Bisnis/Dinda Wulandari
Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah) didampingi Bupati Banyuasin Askolani (kiri) dan Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel Sarimuda (kanan) memberikan keterangan pers terkait pembangunan KEK Tanjung Api/Api. Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah pusat menilai keberadaan pelabuhan besar di Sumatra Selatan sudah mendesak untuk menyempurnakan konektivitas infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatra yang dibangun pemerintah.

Hedy Rahadian, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengatakan konektivitas di bagian Selatan Sumatra masih kurang dibanding bagian Utara. Pasalnya, Kawasan Utara sudah memiliki pelabuhan besar.

“Konektivitas di Utara sudah cukup karena tol-tolnya telah tersambung dengan Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung. Di Riau juga kami baru resmikan tol  130 kilometer karena ada pelabuhan di Dumai. Sementara Sumsel ini masih punya PR besar,” katanya saat acara ground breaking pembangunan ruas Tol Palembang—Betung, Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/10/2020).

Padahal, kata Hedy, pihaknya memprioritaskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di wilayah Selatan Sumatra bisa tembus sampai Jambi, provinsi tetangga Sumsel, dalam kurun 2 tahun ke depan. “Paling tidak dalam jangka pendek tol di Sumsel dan Jambi sudah terhubung.” 

Oleh karena itu, pihaknya mendorong Pemprov Sumsel untuk segera merealisasikan pembangunan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Api—Api (TAA), yang menjadi kunci utama untuk konektivitas juga agar terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA.

Dia melanjutkan, pemerintah sulit untuk mendorong ruas JTTS ke arah KEK TAA jika tidak ada pelabuhan di dalamnya. Apalagi, kata dia, pembangunan jalan tol di arah TAA sepanjang 60 kilometer bakal menelan dana besar.

“Kalau kita sambungkan itu akan mahal sekali karena konstruksinya bakal pakai metode kaki seribu. Kalau pelabuhan besarnya tidak jadi, ya gak bakal nendang,” katanya.

Jika tidak, kata Hedy, maka tidak menutup kemungkinan arus distribusi barang dan kegiatan ekspor-impor bermuara di Pelabuhan Panjang Lampung atau Pelabuhan Dumai di Riau.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan tren arus ekspor melalui pelabuhan di luar Sumsel mulai meningkat.

“Saat ini 20,74% ekspor melalui pelabuhan di luar Sumsel per September 2020. Baru kali ini kami mencatat persentase yang cukup tinggi, tahun lalu saja hanya 13,85%,” katanya.

Menurut Endang, angka tersebut harus menjadi pertimbangan pemerintah daerah maupun pengelola pelabuhan di Sumsel. 

“Mungkin eksportir merasa lebih efisien dengan pelabuhan di luar Sumsel daripada mereka harus balik lagi ke Pelabuhan Boom Baru Palembang. Kami mencatat ini dari bulan ke bulan,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Sumatra Selatan menargetkan pembangunan pelabuhan laut dalam Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api dapat dimulai pada tahun 2021.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan keberadaan pelabuhan merupakan faktor utama untuk menarik industri agar mau beroperasi di KEK TAA.

“Pelabuhan penting untuk KEK karena itu adalah gula-gula untuk investasi masuk ke kawasan industri tersebut. Jadi sekarang bangun pelabuhannya dulu, jangan dibalik [kawasan dahulu],” kata Deru usai pertemuan terkait persiapan usulan KEK TAA, Selasa (29/9/2020).

Menurut Deru, kehadiran infrastruktur tersebut juga dapat meyakinkan pelaku industri bahwa hasil produksi mereka dapat lebih mudah keluar dari kawasan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top