Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Pemda di Sumsel Berdayakan Warga Terdampak Covid-19

Salah satunya adalah program padat karya yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemkab mengajak puluhan warga terdampak Covid-19 untuk membersihkan Danau Siarak, Desa Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  17:32 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Dinda
Ilustrasi - Bisnis/Dinda

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemberdayaan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 terus dilakukan pemerintah daerah di Sumatra Selatan.

Salah satunya adalah program padat karya yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemkab mengajak puluhan warga terdampak Covid-19 untuk membersihkan Danau Siarak, Desa Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko.

Wakil Bupati Kabupaten Muba Beni Hernedi mengatakan kegiatan padat karya tersebut menggunakan dana intensif daerah (DID) milik Pemkab Muba.

“Kami berupaya memberdayakan warga yang terdampak pandemi dengan melibatkan mereka dalam program padat karya,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Menurut dia, terdapat 57 orang warga yang terlibat melakukan pembersihan danau selama enam hari berturut-turut. Mereka pun menerima upah senilai Rp120.000 per orang setiap hari. 

“Masyarakat yang ikut membersihkan itu adalah terdampak Covid-19, dari kalangan tidak mampu dan mau bekerja,” katanya.

Beni menjelaskan selain membersihkan lingkungan danau, dilakukan juga kerja padat karya membuang gulma (hama air) di sekitar reservat perikanan.

“Kalau dibiarkan bisa menganggu kehidupan biota yang ada di Danau Siarak ini. Jadi, kami sepakat bersih-bersih gulma bersama warga,” katanya,

Beni memaparkan danau tersebut masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia Awards 2020 dengan kategori Wisata Air.

“Oleh sebab itu harus kita dorong bersama, membantu menjaga kebersihan dan kelestariannya,” tuturnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Tris Tomy, mengatakan kondisi Danau Siarak saat ini, memang dipenuhi gulma yang menyebabkan tipisnya oksigen di dalam air.

Kondisi tersebut membuat ikan di danau migrasi atau mati, sehingga berkurangnya populasi ikan. Oleh karena itu diinisiasikan pemanfaatan DID dengan mengikutsertakan masyarakat sekitar untuk melakukan pembersihan danau.

Bukan hanya itu, sambung Tomy, pihaknya juga mengikutsertakan ibu-ibu yang berada di sekitar Danau Siarak yang teribat langsung dalam hal konsumsi.

"Pekerja itu makan siang ditanggung, ada makanan ringan untuk pagi dan sore, itu melibatkan ibu-ibu sekitar," katanya.

Kegiatan yang dibantu oleh Dispopar Muba, DLH Muba, PDAM, Kominfo Muba dan instansi lain itu, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19 melalui program padat karya menggunakan DID. 

“Selain itu juga kita berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat lebih ditingkatkan. Sehingga membuat populasi ikan lebih banyak dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top