Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pesisir Selatan Kekurangan Pabrik Pengolahan CPO

Kendati telah ada dua perusahaan CPO itu tapi belum bisa sepenuhnya membeli seluruh hasil perkebunan rakyat yang ada di Pesisir Selatan yang luas lahannya mencapai ratusan ribu hektare.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 21 September 2020  |  09:19 WIB
Seorang pekerja tengah mengangkut hasil panen kelapa sawit rakyat yang ada di  daerah Kabupaten Dharmasraya Sumbar. - Bisnis/Noli Hendra
Seorang pekerja tengah mengangkut hasil panen kelapa sawit rakyat yang ada di daerah Kabupaten Dharmasraya Sumbar. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PAINAN - Hasil panen perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, banyak yang tak tertampung pabrik CPO (crude palm oil) sehingga berdampak kepada harga.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pesisir Selatan Suardi mengatakan di daerahnya itu sampai saat ini baru ada pabrik CPO yang yang berada di daerah Lunang.

"Di Pesisir Selatan perkebunan kelapa sawit itu paling luas ada di daerah Lunang. Jadi pabrik CPO yang beroperasi selama ini di sana belum sepenuhnya bisa menampung hasil panen perkebunan rakyat," kata dia ketika dihubungi Bisnis di Padang, Minggu (20/9/2020).

Dia menyebutkan dua perusahaan CPO yang beroperasi saat ini yakni PT Incasi Raya dan PT Muara Sawit Lestari. Untuk PT Incasi Raya sendiri memang tidak membeli hasil panen perkebunan rakyat karena mereka sudah punya lahan sendiri.

Sementara untuk PT Muara Sawit Lestari meski keberadaan pabrik itu sepenuhnya menampung hasil perkebunan rakyat tapi belum secara kapasitas pengelolaan belum begitu besar. "Sekarang pabrik kedua PT Muara Sawit Lestari tengah dibangun lagi," jelas dia.

Dikatakannya untuk pabrik yang kedua itu nilai investasi yang ditanam adalah Rp200 miliar dan tujuan dibangun lagi, supaya bisa menyerap lebih banyak lagi hasil panen perkebunan kelapa sawit rakyat.

Suardi menyebutkan kendati telah ada dua perusahaan CPO itu tapi belum bisa sepenuhnya membeli seluruh hasil perkebunan rakyat yang ada di Pesisir Selatan yang luas lahannya mencapai ratusan ribu hektare.

"Yang dihitung di sini, dengan adanya pabrik CPO maka akan mengangkat harga kelapa sawit dari perkebunan rakyatnya," sebut Suardi.

Menurutnya dengan adanya keberadaan pabrik CPO maka transaksi penjualan panen kelapa sawit bisa lebih baik ketimbang harus menjual ke agen pengumpul.

Untuk itu, Suardi berharap investor datang ke daerahnya itu. Selain berdampak kepada perkebunan juga memberikan PAD kepada Pesisir Selatan.

Keinginan Pemkab Pesisir Selatan untuk membuka peluang investasi pabrik CPO, juga turut didukung oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumbar. Syahril selaku Ketua APKASINDO Sumbar mengatakan salah satu cara untuk mengangkat kesejahteraan para petani perkebunan rakyat.

"Saya malah menginginkan agar masyarakat yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit membangun sebuah koperasi dan nantinya memiliki target membuat pabrik CPO mini," sebutnya.

Syahril menilai cara itu akan dapat mengangkat nilai jual para perkebunan rakyat yang selama ini menikmati hasil jual tandan buah segar dengan harga yang jauh dari kata bagus.

Untuk itu bila para petani bisa memiliki CPO sendiri, melalui koperasi, difasilitasi pemerintah agar bisa disetor ke PT Pertamina sehingga kesejahteraan naik.(K56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar minyak sawit
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top