Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produk Teh PTPN IV Bersiap Masuk Pasar Ritel

Budaya minum teh atau biasa disebut ‘ngeteh’ di Indonesia sebenarnya tidak kalah pamor dengan budaya ‘ngopi’ yang kini ngetren dilakukan baik di rumah, café dan perkantoran.
Fitri Agustina
Fitri Agustina - Bisnis.com 09 September 2020  |  15:38 WIB
Teh Butong dan Tobasari produksi PTPN IV Medan
Teh Butong dan Tobasari produksi PTPN IV Medan

Bisnis.com, MEDAN - Budaya minum teh atau biasa disebut ‘ngeteh’ di Indonesia sebenarnya tidak kalah pamor dengan budaya ‘ngopi’ yang kini ngetren dilakukan baik di rumah, café dan perkantoran.

Khususnya di Provinsi Sumatera Utara memiliki teh khasnya sendiri seperti produksi dari perkebunan teh Sidamanik, Bah Butong dan Tobasari milik PT Perkebunan Nusantara IV.

Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno mengatakan jika ditelusuri lebih jauh lagi, perkebunan teh milik PTPN IV ini dengan luas areal Hak Guna Usaha (HGU) 6.373,29 hektare.

Areal perkebunan tersebut bukan hanya sebagai unit produksi saja, tetapi sudah menjadi heritage dan merupakan kebanggaan Sumut khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Simalungun dan menjadi salah satu tujuan objek wisata.

Kinerja operasional kebun teh PTPN IV sampai Agustus 2020 ini sudah melampaui 21,55% dibanding tahun lalu yang hanya 5.371 ton teh hitam.

“Hal ini karena kami telah melakukan perbaikan pemeliharaan tanaman dengan seri Gambung yang sudah mencapai 95%”, kata Sucipto dalam keterangannya, Rabu (9/9/2020).

Saat ini harga jual rata-ratanya memang belum menggembirakan. Oleh karena itu, untuk menutupi harga pokok dan mendapat margin, korporasi akan melakukan diversifikasi produk dan penjualan secara ritel.

Diversifikasi Produk

Sucipto menambahkan bahwa Board of Manajemen (BOM) PTPN IV menilai perlu upaya untuk membangkitkan kembali keberadaan komoditi teh untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

"Kebun teh PTPN IV harus bisa mandiri dan dapat melakukan penjualan secara ritel,” ujarnya

Nilai tambah produdk teh bisa diolah dalam bentuk teh hijau maupun teh hitam di mana pangsa pasar ritelnya cukup tinggi untuk produk teh kemasan (ready to drink).

Jenis bubuk atau celup juga masih diminati oleh masyarakat, sehingga perlu dilakukan terobosan pengembangan ritel teh dengan menjual teh secara eceran yang dikemas lebih menarik.

Rencanaya perseoran akan melaunching penjualan teh dalam kemasan akan dilaksanakan pada tahun ini.

"Tercatat saat ini varian rasa minuman teh dalam kemasan PTPN IV ada 2 macam yakni Butong Tea dan Tobasari Tea," jelas Sucipto.

Untuk mendongkrak penjualan, PTPN IV sudah membidik pasar ritel tradisional, seperti keluarga besar PTPN IV yang berjumlah sekitar 76.000 orang, belum termasuk karyawan purna bhakti ada sekitar 44.000 orang, kemudian akan bergerak ke pasar modern.

“Sebagai pemain baru di tengah persaingan pasar yang ketat, PTPN IV akan fokus mendekat dengan konsumen," kata Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim.

Destinasi Wisata

Kebun Teh PTPN IV (Bah Butong, Sidamanik dan Tobasari) terletak di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, memiliki potensi agrowisata cukup besar, karena bentangan alam tanaman teh yang sangat menarik serta asri untuk menjadi daerah tujuan wisata, kata Riza Fahlevi Naim.

Destinasi wisata ini juga memiliki air terjun Bah Biak, instalasi pompa air peninggalan Belanda dari sumber mata air, proses budidaya teh dan proses pengolahan teh, perumahan staf yang dibangun Belanda dapat dijadikan guest house.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptpn iv teh
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top