Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda Sumsel Tambah 159 Personil Cegah Karhutla

Kepolisian daerah atau Polda Sumatra Selatan menambah 159 personil untuk Satgas Karhutla Polda Sumsel dalam penanganan kebakaran tahun ini.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  19:46 WIB
Penanganan karhutla di Kabupaten OKI, Sumsel. istimewa
Penanganan karhutla di Kabupaten OKI, Sumsel. istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Kepolisian daerah atau Polda Sumatra Selatan menambah 159 personil untuk Satgas Karhutla Polda Sumsel dalam penanganan kebakaran tahun ini.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri mengatakan 159 personil tersebut diterjunkan ke 5 kabupaten yang dinilai paling rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini untuk membantu satuan wilayah dalam rangka mencegah dan penanggulangan Karhutla,” ujarnya saat acara apel pergeseran pasukan satgas karhutla Polda Sumsel, Senin (10/8/2020).

Adapun rincian penempatan personil Satbrimob dan Dit Samapta tersebut, yakni 23 petugas di Polres Musi Banyuasin (Muba), 34 personil untuk Polres Banyuasin, 24 personil di Polres Ogan Ilir, 71 personil di Polres Ogan Komering Ilir (OKI), dan 10 personil di Polres PALI.

Eko menjelaskan berdasarkan perkiraan BMKG, bulan agustus terjadi perubahan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau. "Saat ini perubahan cuaca sudah kita rasakan cuaca panas dan curah hujan yang berkurang," kata dia.

Kapolda menilai karhutla disebabkan perbuatan manusia. Dia mengklaim, sebagian masyarakat membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. “Ini dilakukan oleh sebagian masyakarat dalam membuka lahan perkebunan dengan alasan biaya yang murah,” katanya.

Eko melanjutkan dampak atau kerugian yang ditimbulkan dari bencana karhutla ini sangat banyak. 

Di antaranya yakni rusaknya habitat atau lingkungan sehingga mempengaruhi keberlangsungan flora dan fauna, terancamnya keanekaragaman hayati dan terganggunya keseimbangan ekosistem, meningkatnya potensi bencana terjadi sedimentasi sungai, terjadi erosi tanah, timbulnya kabut asap dan polusi udara serta meningkatnya risiko pemanasan global.

“Belum lagi di bidang ekonomi, terganggunya roda perekonomian secara global maupun nasional yang berdampak pada masyarakat di kalangan bawah sehingga berpotensi terhadap situasi keamanan,” katanya.

Karhutla juga berdampak pada bidang pendidikan, terganggunya sistem kurikulum pendidikan di mana pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah-sekolah (Paud, SD, SMP dan SMA).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel kebakaran hutan kebakaran lahan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top