Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Karhutla Sumsel Libatkan Kolaborasi 5 Pihak

Kasubdit Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Israr Albar, mengatakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja tapi harus melibatkan lima pihak.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  18:55 WIB
Penanganan karhutla di Kabupaten OKI, Sumsel. istimewa
Penanganan karhutla di Kabupaten OKI, Sumsel. istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG - Kolaborasi lima pihak terkait dalam kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Sumatra Selatan diharapkan dapat mencegah bencana tersebut tak terulang kembali pada tahun ini.

Kasubdit Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Israr Albar, mengatakan pencegahan karhutla tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja.

“Ada 5 pihak yang harus berkolaborasi, yakni pemerintah, pemegang izin atau korporasi,masyarakat, perguruan tinggi dan LSM (lembaga swadaya masyarakat). Semuanya harus bergerak,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2020).

Menurut Israr bencana karhutla telah menjadi momok menakutkan bagi warga Sumsel, terutama menjelang musim kemarau.

Dia menilai fokus pemerintah saat ini telah berbeda pascabencana karhutla terbesar yang terjadi pada 2015 lalu. Sebelumnya, dia mengaku, pemerintah memang fokus pada pemadaman. Namun saat ini, titik beratnya berada pada pencegahan.

“Ada 3 kebijakan nasional dalam karhutla, yaitu pencegahan seperti patroli terpadu dan mandiri, penanggulangan serta penanggulangan pasca kebakaran,” ujarnya.

KLHK juga mempunyai program pencegahan dan penanggulangan karhutla, yaitu program Kampung Iklim dan aplikasi Si Pakar Hutan.

Sementara Danrem 044/GAPO Brigjen TNI dan Dansatgas Operasi Karhutbunla Sumsel Jauhari mengungkapkan, luas lahan gambut di Sumsel mencapai 1,27 juta hektare atau 16,3 persen dan luas lahan perkebunan 2,9 juta ha. 

“Saat ini personel sudah disiapkan, serta alat utama udara di antaranya pesawat dan helikopter tipe MI-8 waterboombing,” katanya.

Dia menerangkan terdapat wilayah operasi ada 108 desa rawan yang tersebar di Sumsel. Pihaknya pun melakukan sosialisasi secara massif, terutama untuk mencegah masyarakat membakar lahan. “Ini dilakukan satgas darat dan TNI/Polri, pemerintah, perusahaan, serta komponen masyarakat di 108 desa rawan,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Sumsel, Iwan Setiawan, mengatakan pihaknya berkomitmen tak lengah mencegah kebakaran meski tahun ini masuk kategori kemarau basah.

“Kami berperan aktif dan tergabung dengan Satgas Darurat Bencana Asap Sumsel, secara terbuka berkolaborasi dengan multi-stakeholder, mulai pencegahan, mitigasi dan lainnya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel kebakaran hutan Karhutla
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top