Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Progres Proyek Tol Medan-Binjai dan Pekanbaru-Padang

Pembangunan ruas Padang—Pekanbaru terus dilanjutkan secara paralel.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  20:03 WIB
Hutama Karya menyosialisasikan aturan new normal di seluruh cabang tol yang dikelolanya mulai dari cabang tol Medan-Binjai (Medbin), tol Palembang-Indralaya (Palindra), tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), hingga tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), serta tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S), dan tol Akses Tanjung Priok (ATP) di Pulau Jawa. - HUTAMA KARYA
Hutama Karya menyosialisasikan aturan new normal di seluruh cabang tol yang dikelolanya mulai dari cabang tol Medan-Binjai (Medbin), tol Palembang-Indralaya (Palindra), tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), hingga tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), serta tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S), dan tol Akses Tanjung Priok (ATP) di Pulau Jawa. - HUTAMA KARYA

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya menargetkan jalan tol Medan—Binjai Seksi 1 yakni ruas Tanjung Mulia—Helvetia sepanjang 6 kilometer dapat beroperasi pada tahun ini.

SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan menjelaskan bahwa saat ini perseroan terus memberi upaya terbaik dalam melakukan proses konstruksi maupun proses pembebasan lahan jalan tol Trans-Sumatra.

"Tahun ini ada tiga ruas tol yang akan kami selesaikan salah satunya ruas Medan—Binjai Seksi 1 Tanjung Mulia—Helvetia tol sepanjang 6 kilometer ini progres konstruksinya sudah mencapai 88 persen," ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/7/2020).

Fauzan menyatakan bahwa pihaknya terus memastikan agar sinergi yang dibangun dengan pihak-pihak terkait berjalan dengan lancar agar proyek pembangunan minim kendala.

Seksi 1 tol ini menjadi bagian terakhir yang diselesaikan dalam pembangunan jalan tol Medan—Binjai. Progres di seksi 1 lebih lambat karena terkendala pembebasan lahan.

Sementara itu, pembangunan ruas Padang—Pekanbaru terus dilanjutkan secara paralel.

"Saat ini konstruksi tol Padang—Pekanbaru terus berlanjut, misalnya, ruas Padang—Sicincin sepanjang 36 kilometer saat ini progres konstruksi mencapai 20 persen, lalu di ruas Pekanbaru—Bangkinang dengan panjang 40 kilometer saat ini progres konstruksi mencapai 30 persen," ujar Fauzan.

Proyek jalan tol Padang—Pekanbaru terdiri atas enam seksi, yaitu Seksi 1 Padang—Sicincin, Seksi 2 Sicincin—Bukittinggi, Seksi 3 Bukittinggi—Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh—Pangkalan, Seksi 5 Pangkalan—Bangkinang, dan Seksi 6 Bangkinang—Pekanbaru. Secara keseluruhan jalan tol Pekanbaru—Padang akan ditargetkan beroperasi pada 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

trans-sumatra hutama karya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top