Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyelundupan 400 Burung Kacer Melalui Bakauheni Digagalkan

Penyelundupan 400 ekor burung jenis kacer digagalkan ketika hendak diseberangkan melalui Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  12:05 WIB
Petugas Karantina Pertanian Lampung memperlihatkan puluhan boks berisi burung kacer tanpa dokumen yang diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. - Antara
Petugas Karantina Pertanian Lampung memperlihatkan puluhan boks berisi burung kacer tanpa dokumen yang diamankan di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. - Antara

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG – Karantina Pertanian Lampung bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Pelabuhan Bakauheuni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan 400 ekor burung jenis kacer.

"Ratusan burung yang dibawa menggunakan mobil minibus asal Jambi ini digagalkan oleh petugas di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pada Sabtu (27/6/2020) malam," kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Lampung, Karman, di Bandar Lampung, pada Minggu (28/6/2020).

Dia menjelaskan kronologis penangkapan yakni pada Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB saat petugas gabungan melakukan pemeriksaan rutin, mencurigai mobil bernomor polisi D yang hendak menuju Pulau Jawa dan setelah diperiksa, ditemukan puluhan boks yang berisi burung yang tidak dilengkapi dokumen dipersyaratkan.

Setelah diamankan, kemudian Karantina Pertanian Lampung melakukan pengujian rapid test terhadap penyakit flu burung dan dinyatakan negatif, selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung untuk diserahterimakan.

"Penyelundupan burung tanpa disertai dokumen ini bukanlah hal yang pertama, sejak 2020 periode Januari hingga Juni tercatat 29.000 ekor dengan frekuensi 43 kali penahanan burung ilegal yang keseluruhannya telah diserahterimakan ke BKSDA untuk dilepasliarkan ke habitat asalnya," ujar Karman.

"Kami akan terus mengawasi lalu lintas satwa liar. Selain untuk mencegah penyebaran hama penyakit hewan karantina, juga untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampung karantina

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top