Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Riau, Pesawat Modifikasi Cuaca Dialihkan ke Sumsel

Pesawat yang digunakan tim Teknologi Modifikasi Cuaca Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC-BBPT) untuk menurunkan hujan buatan di Riau telah dialihkan ke Provinsi Sumatra Selatan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  15:13 WIB
Ilustrasi-Petugas dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI AU melakukan persiapan modifikasi cuaca (hujan buatan). - Bisnis/Abdullah Azam
Ilustrasi-Petugas dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI AU melakukan persiapan modifikasi cuaca (hujan buatan). - Bisnis/Abdullah Azam

Bisnis.com, PEKANBARU — Pesawat yang digunakan tim Teknologi Modifikasi Cuaca Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC-BBPT) untuk menurunkan hujan buatan di Riau telah dialihkan ke Provinsi Sumatra Selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menyampaikan beberapa hari terakhir jumlah titik panas (hotspot) dan titik api di Riau semakin berkurang dan sudah terkendali. 

Tanpa adanya hujan buatan pun, curah hujan di Bumi Lancang Kuning selama beberapa pekan terakhir terpantau tinggi.

“Pesawat TMC sekarang sudah dialihkan ke Sumsel karena Riau sudah dianggap berhasil. Di Sumsel saat ini sedang melakukan upaya TMC untuk mengantisipasi Karhutla," kata Edwar pekan lalu.

Kendati pesawat TMC sudah dialihkan, BPBD Riau tetap menyediakan helikopter water boombing apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pada akhir Mei 2020, Tim TMC-BBPT Riau telah melakukan modifikasi cuaca dengan total volume air hujan mencapai 33,8 juta meter kubik.

Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT), mengatakan bahwa penerbangan penyemaian awan telah dilakukan di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti.

Operasi TMC pencegahan kebakaran hutan pada 2020 dilaksanakan BBTMC-BPPT sejak 13 Mei 2020 atas inisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan BMKG, BNPB dan BRG (Badan Restorasi Gambut). 

Berdasarkan hasil pantauan satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Missing) selama operasional TMC pada periode 13-24 Mei  2020, terpantau hujan merata di seluruh wilayah Provinsi Riau.

Curah hujan paling tinggi tercatat berada di Bengkalis, Siak, Dumai, Rokan Hilir, dan Kep. Meranti sebesar 80-300 mm. 

Sedangkan di wilayah Riau lainnya tercatat curah hujan pada kisaran 50-200 mm, kecuali di Rokan Hulu yang hanya sekitar 10–120 mm.

Adapun jumlah garam (NaCL) yang digunakan selama operasi TMC di Riau hingga 25 Mei 2020 sebanyak 8,8 ton dengan sorti penyemaian dilakukan sebanyak 11 kali penerbangan.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), musim panas diprediksi mencapai puncaknya pada periode Juni hingga Agustus. 

TMC Pencegahan Karhutla kali ini dilaksanakan terlebih dulu di Riau karena mayoritas Titik Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TP-TMAT) lahan gambut di Provinsi Riau, telah menunjukkan pada level waspada.
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel hujan buatan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top