Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasca-Lebaran, Disperindag Sumut Lanjutkan Operasi Pasar

Operasi pasar gula telah dilakukan sejak akhir April kemarin. Menjelang Lebaran, pihaknya juga melakukan operasi pasar bawang merah.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  13:08 WIB
Ilustrasi. - Antara/Raisan Al Farisi
Ilustrasi. - Antara/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, MEDAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Utara tetap melakukan operasi pasar pascalebaran. Pelaksanaan operasi pasar terutama untuk komoditas gula dan bawang merah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Utara Zonny Waldi mengatakan operasi pasar gula telah dilakukan sejak akhir April kemarin. Menjelang Lebaran, pihaknya juga melakukan operasi pasar bawang merah.

"[Operasi pasar] sampai hari Sabtu kemarin. Bawang merah sebanyak 7.500 kg dari Jawa Barat sudah habis melalui Toko Tani," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/5/2020).

Zonny mengatakan operasi pasar akan tetap berlanjut setelah Lebaran. Pelaksanaan operasi pasar terutama untuk komoditas gula dan bawang merah karena harganya masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan informasi harga rata-rata bahan pokok pada 22 Mei 2020 di Sumatra Utara, harga rata-rata gula kristal putih curah sebesar Rp14.500 per kg. Sementara itu, harga bawang merah sebesar Rp50.833 per kg.

Harga acuan penjualan di tingkat konsumen sesuai dengan Permendag No.07 tahun 2020, untuk gula sebesar Rp12.500 per kg dan bawang merah Rp32.000 per kg.

Zonny menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan konsolidasi terkait dengan waktu pelaksanaan operasi pasar. Begitu pula, pasokan bawang merah dari Jawa akan terus masuk ke Sumatra Utara.

"Setelah ini [bawang merah] habis, akan ada pembelian lagi. Satu kali pengangkutan biasanya 7.500 per kg. Kami masih lakukan konsolidasi," imbuhnya.

Selain dua komoditas itu, Disperindah memastikan secara umum ketersediaan pangan pokok di Sumatra Utara dalam kondisi aman. Bahkan, beberapa komoditas mengalami surplus. Misalnya, ketersediaan besar cukup untuk 3-4 bulan mendatang. Total ketersediaan beras pada Mei 2020 sebanyak 609.384 ton, sedangkan kebutuhannya 159.809 ton. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut operasi pasar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top