Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan Ekonomi Sumbar Perlu Waktu Lima Bulan

Saat semua kembali dibuka orang akan belanja apa saja yang selama ini dilarang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  11:01 WIB
Foto udara fly over Kelok Sembilan, di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat, Senin (11/6/2018). - Antara/Iggoy el Fitra
Foto udara fly over Kelok Sembilan, di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat, Senin (11/6/2018). - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) memperkirakan butuh waktu hingga lima bulan untuk memulihkan ekonomi provinsi itu yang terdampak Corona Virus Disease (Covid-19).

"Jika pada awalnya diperkirakan ekonomi Sumbar 2020 tumbuh pada angka 4,97 persen dengan adanya pandemi ini turun menjadi kisaran 2,3 hingga 2,7 persen pada tahun ini," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, angka 2,3 hingga 2,7 persen terealisasi jika wabah ini bisa berakhir Juni dan sudah ada kegiatan ekonomi pada Juli 2020.

"Akan tetapi kalau lebih panjang lagi pemberlakuan PSBB maka ekonomi Sumbar akan lebih turun lagi," kata dia.

Ia melihat saat ini sektor yang masih tumbuh adalah pertanian, perdagangan informasi dan komunikasi, sementara sektor transportasi dan industri pengolahan turun.

Wahyu mengatakan pemulihan ekonomi Sumbar akan bergantung pada kapan PSBB berakhir dan keran ekonomi dibuka kembali.

Sektor yang paling cepat tumbuh setelah adanya pembatasan adalah transportasi dan perdagangan.

"Begitu orang dibolehkan terbang maka akan banyak yang pulang kampung atau sebaliknya akan banyak yang ke Jakarta, ini juga bisa memicu kenaikan harga tiket pesawat," katanya lagi.

Termasuk perdagangan, saat semua kembali dibuka orang akan belanja apa saja yang selama ini dilarang.

Terkait dengan stimulus ekonomi yang perlu diberikan pemerintah amat tergantung pada ketersediaan dana di APBD. Salah satunya, kata dia, kegiatan pemerintah mulai dari investasi hingga pembangunan infrastruktur.

Apalagi saat ini swasta juga banyak bergantung pada pengeluaran pemerintah karena usahanya bergantung dari anggaran pemerintah.

Sementara mengacu pada angka pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan I 2020 yang berada pada angka 3,92 persen, ia memperkirakan pada triwulan II tahun ini akan turun menjadi satu persen.

Kasus positif Covid-19 di Sumatera Barat mendekati skenario terburuk yang diprediksi sejumlah akademisi awal April 2020, yaitu 350 orang terpapar pada Mei, bertepatan dengan momentum Lebaran 1441 Hijriah.

Data tim penanganan Covid-19 Sumbar mencatat hingga Rabu total warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 339 orang, hanya terpisah 11 orang dari prediksi terburuk, sementara bulan Mei masih tersisa 18 hari.

Rabu (13/5/2020) kemarin ada tambahan 20 orang positif Covid-19 hingga total 339 telah terpapar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top