Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak PSBB di Pekanbaru, Kendaraan yang Uji KIR Turun 40 Persen

Kendati Kota Pekanbaru tengah melakukan PSBB, saat ini UPT PKB Dishub Pekanbaru masih memberikan pelayanan seperti biasa mulai 08.00—14.30 WIB.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 April 2020  |  17:30 WIB
Sejumlah pedagang kaki lima menawarkan masker kain kepada pengguna jalan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (7/4/2020). Penjual kaki lima menjual masker kain dan sarung tangan bermunculan di Kota Pekanbaru memanfaatkan langkanya masker saat wabah Covid-19 dengan harga jual berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per helai. - Antara/FB Anggoro.\n
Sejumlah pedagang kaki lima menawarkan masker kain kepada pengguna jalan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (7/4/2020). Penjual kaki lima menjual masker kain dan sarung tangan bermunculan di Kota Pekanbaru memanfaatkan langkanya masker saat wabah Covid-19 dengan harga jual berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per helai. - Antara/FB Anggoro.\\n

Bisnis.com, PEKANBARU - Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mencatat penurunan jumlah kendaraan yang melakukan uji KIR  di Unit Pelaksana Teknis Pengujjian Kendaraan Bermotor (UPT PKB). 

Muhammad Nasri, Kepala UPT PKB Dishub Kota Pekanbaru, mengungkapkan jumlah kendaraan yang melakukan pengujian kendaraan turun hingga 40 persen dibandingkan hari biasanya akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini terjadi penurunan sampai 40 persen," kata Nasri, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (24/4/2020).

Adapun, Nasri menjelaskan pada hari biasanya UPT PKB Dishub Pekanbaru bisa memproses kendaraan yang ingin melakukan uji kendaraan hingga 100 unit.

Kendati Kota Pekanbaru tengah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berupa penetapan jam malam, saat ini UPT PKB Dishub Pekanbaru masih memberikan pelayanan seperti biasa mulai 08.00—14.30 WIB.

"Kami masih buka layanan dari Senin sampai hari Sabtu. Kita imbau supaya pengemudi angkutan dapat melakukan uji kendaraan mereka secara berkala, untuk keselamatan berlalu lintas," ujar Nasri.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Riau telah menutup akses masuk transportasi melalui darat, udara, dan laut ke Kota Pekanbaru pada Jumat (24/4/2020). 

Keputusan itu merespons kebijakan larangan mudik untuk daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Taufik OH, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, menyampaikan bahwa larangan mudik hanya berlaku di Kota Pekanbaru karena menjadi satu-satunya wilayah yang memberlakukan PSBB di Riau.

"Untuk provinsi Riau, baru Pekanbaru saja yang menetapkan PSBB, sehingga wilayah ini dilarang masuk dan keluar. Di luar Pekanbaru, masih diperbolehkan transportasinya,”ujar Taufik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau pekanbaru Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top