Ekspor Sumsel Awal 2020 Melonjak 38,83 Persen

Nilai ekspor Sumatra Selatan tercatat melonjak sebesar 38,83 persen pada Januari 2020 menjadi US$348,69 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  16:55 WIB
Ekspor Sumsel Awal 2020 Melonjak 38,83 Persen
Petani memanen getah karet di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020).ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG - Nilai ekspor Sumatra Selatan tercatat melonjak sebesar 38,83 persen pada Januari 2020 menjadi US$348,69 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan peningkatan nilai ekspor itu didorong oleh tiga komoditas nonmigas andalan Sumsel.

“Ekspor karet, bubur kayu/pulp dan batubara pada awal tahun meningkat signifikan dibanding tahun lalu,” katanya, Senin (17/2/2020).

Berdasarkan data yang dirilis lembaga tersebut, nilai ekspor nonmigas Sumsel pada periode Januari 2019 didominasi oleh komoditas karet yang senilai US$109,51 juta. Kemudian, diikuti oleh bubur kayu/pulp yang mencapai nilai US$100,85 juta dan batubara senilai US$67,79 juta. 

Endang memaparkan kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa. 

“Dengan devisa tersebut negara atau daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk konsumsi dan menunjang sektor industri,” ujarnya.

Dia menambahkan, Tiongkok, Amerika Serikat dan India masih menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada periode Januari 2020.

Dari ketiga negara tersebut, masing-masing mencapai US$105,09 juta, US$35,00 juta dan US$ 31,00 juta.

“Peranan ketiga negara itu mencapai mencapai 49,07 persen dari total ekspor periode Januari 2020,” katanya.

Di sisi lain, nilai impor Sumsel pada Januari 2020 sebesar US$54,77 juta atau turun sebesar 17,95 persen jika dibandingkan bulan Desember 2019. 

Akan tetapi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, nilai impor Sumsel periode Januari 2020 naik sebesar 61,52 persen dari US$33,91 juta menjadi US$54,77 juta. 

Dilihat dari peranan terhadap total impor nonmigas selama periode Januari 2020, mesin-mesin/ pesawat mekanik memberikan peranan terbesar yaitu 26,29 persen diikuti benda-benda dari besi dan baja sebesar 17,64 persen dan pupuk sebesar 17,51 persen 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top