Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Pengolahan Jadi PR Sumut

Pertumbuhan sektor industri pengolahan yang melambat menjadi pekerjaan rumah terutama bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  17:29 WIB
Ilustrasi. Petani memanen getah karet  - Antara
Ilustrasi. Petani memanen getah karet - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Pertumbuhan sektor industri pengolahan yang melambat menjadi pekerjaan rumah terutama bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.

Pengajar dan peneliti Universitas Sumatra Utara Wahyu Ario Pratomo mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumut 2019 sebesar 5,22% mengalami sedikit peningkatan dibandingkan 2018 sebesar 5,18%.

Lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumut yakni sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Sedangkan lapangan usaha industri pengolahan yang sumbangannya tertinggi setelah lapangan usaha pertanian, hanya mengalami pertumbuhan 1,23%.

Pertumbuhan sektor industri pengolahan pada 2019 lebih rendah dibandingkan capaian 2018 yakni sebesar 3,66%. Rendahnya pertumbuhan sektor ini memberikan dampak yang kurang optimal bagi pertumbuhan ekonomi Sumut yang seharusnya bisa lebih dari 5,22%.

"Inilah yang seharusnya menjadi fokus kita ke depan," katanya kepada Bisnis pada Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, Sumut tidak dapat hanya mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor pendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, perlu terobosan guna mengolah hasil pertanian khususnya perkebunan menjadi lebih optimal.

"Perlu ada dialog antara stakeholder untuk mengetahui apa yang menyebabkan pertumbuhan di sektor industri pengolahan rendah sekali. Selanjutnya pemprov mengambil kebijakan yang dapat mendorong sektor itu," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top