Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Wilayah Riau dan Kepri Upayakan Minimalisir Gangguan Listik saat Cuaca Ekstrem

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mengimbau agar masyarakat waspada di tengah cuaca dengan curah hujan tinggi saat ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  17:23 WIB
Hujan lebat disertai petir. - ANTARA/Dedhez Anggara
Hujan lebat disertai petir. - ANTARA/Dedhez Anggara

Bisnis.com, PEKANBARU—PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mengimbau agar masyarakat waspada di tengah cuaca dengan curah hujan tinggi saat ini.

Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Tajuddin Nur juga mengajak agar masyarakat bekerjasama untuk meminimalisir gangguan kelistrikan selama musim penghujan.

Di saat bersamaan, Tajuddin menegaskan bahwa pihaknya juga terus berupaya mengamankan dan meminimalisir gangguan listrik saat hujan lebat.

Biasanya, hujan lebat terjadi pohon tumbang, sambaran petir, dan angin kencang yang dapat menghantam jaringan dan membuat listrik padam.

"Kami terus siaga dan berupaya sesegera mungkin melakukan pemulihan terhadap gangguan yang terjadi, dan dihimbau kepada masyarakat agar bisa merelakan pohon yang tumbuh di dekat jaringan PLN yang menimbulkan potensi gangguan listrik saat hujan untuk ditebang atau di pangkas,” kata Tajuddin lewat keterangan resmi, Kamis (9/1/2020).

Adapun berikut beberapa imbauan PLN untuk masyarakat ketika terjadi curah hujan tinggi:

-         Mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) yang berada di bawah kWh meter.

-         Mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak

-         Mengamankan alat elektronik dengan menaikkan ke tempat yang lebih tinggi apabila ada genagan air berpotensi banjir

"Bagi masyarakat yang berada di luar bangunan saat terjadi hujan lebat dan ada genangan air hindari berada didekat jaringan PLN, Lampu Reklame, Lampu Hias dan Instalasi listrik pada jaringan yang terbuka karena dikhawatirkan apabila ada kabel yang putus atau kebocoran arus pada peralatan, tiang dan jaringan bisa mengenai orang yang berada didekatnya,” jelas Tajuddin.

Dirinya mengingatkan bahwa instalasi listrik di dalam rumah merupakan tanggung jawab pelanggan sebagai pemilik rumah. Sementara PLN hanya bertanggung jawab sampai kWh meter yang dipasang di bangunan saja.

Adapun, Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa pada periode 5—12 Januari 2020 masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem dengan curah hujan berintensitas lebat disertai kilat, petir, dan angina kencang.

Masyarakat pun diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, air menggenang, angina kencang, pohon tumbang, dan jalalanan licin.

Untuk masrayakat yang tinggal di daerah pesisir diharapkan waspada dengan terjadinya gelombang tinggi.

Untuk pelanggan PLN yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Contact Center PLN 123 salam keadaan darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top