Lampung Mulai Produksi Kopi Celup, Inovasi Pringsewu

Pengusaha di Pringsewu, Lampung, mulai mengembangkan kopi celup.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 November 2019  |  22:02 WIB
Lampung Mulai Produksi Kopi Celup, Inovasi Pringsewu
Ganef memperlhatkan kopi celup hasil produksinya. - Antara/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG – Kopi memang merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Lampung. Namun, tidak semua kabupaten di Lampung penghasil biji kopi, salah satunya Kabupaten Pringsewu. Di sisi lain, minum kopi menjadi tren dan agenda wajib bagi seluruh masyarakat Lampung terutama setiap Jumat berdasarkan peraturan Gubernur Lampung.

Untukuna mengatasi hal tersebut dan memaksimalkan konsumsi kopi dengan ciri khas tersendiri, Ganef, salah seorang warga Pringsewu, berinovasi membuat kopi celup dengan merek dagang Mbak Poer, serta menjadi perwakilan Kabupaten Pringsewu dalam ajang Festival Kopi Lampung 2019 di Bandar Lampung pekan lalu.

Minum kopi pada era globalisasi telah menyentuh seluruh kalangan pria ataupun wanita, tua maupun muda dan telah menjadi tren global salah satunya di Lampung, sehingga munculnya inovasi produk sangat diperlukan bagi kabupaten yang tidak menghasilkan biji kopi agar mampu bersaing dengan kabupaten penghasil kopi.

"Produk kopi celup merupakan salah satu bentuk inovasi yang kami lakukan untuk mengembangkan produk kopi robusta asal Lampung dengan ciri khas Pringsewu," ujar Ganef sebagaimana diwartakan Antara pada Senin (11/11/2019).

Menurut dia, kopi yang digunakan merupakan biji kopi robusta petik merah asal Ulubelu Kabupaten Tanggamus hasil kebun keluarga.

Namun, kopi bukanlah komoditas yang ditanam di Pringsewu, sehingga guna mengatasi masalah tersebut dan menjadikan Pringsewu memiliki produk kopi khas yang mampu bersaing dengan kabupaten lain, dia fokus membuat inovasi produk yang belum digunakan oleh kabupaten lain untuk memperkenalkan kopi mereka, yaitu dengan membuat kopi celup.

Kopi robusta Lampung yang menjadi salah satu produk andalan Provinsi Lampung rata-rata dipasarkan dengan bentuk bubuk halus, dan kopi tubruk berampas yang kadang mengotori cangkir ketika di seduh karena ampas kopi, dan terkadang generasi milenial enggan mengonsumsi jenis kopi tubruk tersebut.

Guna menanggulangi permasalahan ampas kopi yang mengganggu nikmatnya minum kopi bagi generasi milenial. Oleh Ganef, kopi bubuk ia kreasikan menjadi produk kopi celup layaknya teh celup instan yang dapat diseduh di berbagai kondisi tanpa meninggalkan ampas pada cangkir.

"Ide awal kopi celup muncul karena saya terinspirasi dari gaya hidup generasi milenial yang gemar minum kopi tanpa ampas kopi yang biasa tersaji di coffee shop, namun bila kita setiap saat menyambangi coffee shop tentu sangat tidak efektif dan boros, jadi produk ini menjadi salah satu solusi menikmati kopi tanpa ampas dengan cita rasa pas," paparnya.

Produk kopi celup dengan merek dagang Mbak Poer menjadi salah satu produk kopi andalan Pringsewu sebab mampu memenangkan sejumlah lomba UMKM di Kabupaten Pringsewu.

Selain itu, guna memasarkan produk sesuai dengan target yaitu menyasar generasi milenial, Ganef memanfaatkan media sosial berbasis foto yang tengah digandrungi generasi milenial untuk mendekatkan diri kepada pelanggan.

"Produk kopi celup khas Pringsewu ini baru satu bulan dibuka, dan telah mendapat gelar juara inovasi produk UMKM di Pringsewu, akan tetapi saya masih terus mengembangkan produk kopi celup ini agar lebih baik lagi, dan pemasaran melalui media sosial salah satunya instagram diharapkan menjadi salah satu media promosi produk yang menjangkau generasi milenial secara langsung," ujarnya.

Produk kopi celup asal Pringsewu terdiri atas tiga variasi, meliputi kopi celup wine, kopi celup honey, dan kopi celup original, dengan harga jual Rp20.000 untuk kopi celup varian honey dan original, dan Rp35.000 untuk kopi celup wine.

Kopi celup wine dijual agak sedikit lebih mahal dengan harga Rp35.000 per bungkus dengan isi 10 kopi celup, karena proses pengolahan biji kopi wine melalui proses fermentasi yang memerlukan waktu lebih lama dari pada honey proses.

“Produk ini juga menjadi salah satu produk yang dapat membantu pencinta kopi yang gemar berlibur dan kesulitan untuk menyeduh kopi bubuk, sebab produk ini didesain praktis sekali pakai agar kopi dapat dinikmati langsung di berbagai kondisi," ujarnya.

Produk kopi celup asal Pringsewu yang sempat hadir di Festival Kopi Lampung 2019 pekan lalu menjadi salah satu inovasi produk yang mendapatkan perhatian dari pengunjung sebab produk kopi celup jarang ditemui di Lampung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, lampung

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top