Harga Pangan Membayangi Inflasi November Sumatra Utara

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara menilai tekanan inflasi masih akan terjadi pada November 2019 yang disumbang oleh harga kebutuhan pangan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  18:20 WIB
Harga Pangan Membayangi Inflasi November Sumatra Utara
Ilustrasi tanaman cabai merah - Antara/Saiful Bahri

Bisnis.com, MEDAN – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara menilai tekanan inflasi masih akan terjadi pada November 2019 yang disumbang oleh harga kebutuhan pangan.  

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan komoditi pangan yang paling rentan penyumbang inflasi adalah cabai merah. 

“Kalau amannya, seperti cabai merah tidak boleh melebihi Rp42 ribu. Sehingga kalau bisa dikendalikan, inflasi kita bisa 4 persen,” katanya Senin (7/10/2019).

Wiwiek menjelaskan bahwa produksi cabai dan komoditi pangan lainnya harus didata dengan baik agar harganya terkendali. Selama tidak ada data valid sebagai dasar analisis, maka proyeksi harga sulit diproyeksi terutama ketika menghadapi momentum hari besar keagamaan.

 “Selama tidak ada itu (data), kita akan sulit mengantisipasi inflasi,” jelasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi menyebutkan, secara kumulatif pada hingga Agustus 2019, laju inflasi kumulatif berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) se-Sumut mencapai 5,40 % atau melebihi sasaran 4,50 %. Dengan rincian untuk IHK Sibolga 4,96 %, Pematang Siantar 2,49 %, Medan 5,90 % dan Padangsidimpuan 2,95 %.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi  meminta seluruh pihak bisa menggeluti persoalan harga komoditi tertentu, khususnya cabai merah, bawang, daging ayam dan lainnya.

“Saya ingatkan soal inflasi, khususnya di kabupaten/kota. Itu seperti pengukur tensi. Tidak bisa tinggi, tak bisa juga di bawah,” ujar Edy.

Dia juga mengingatkan bahwa persoalan inflasi tidak bisa dipisahkan dari urusan pangan rakyat. Sehingga seluruh pihak berkewajiban memikirkan dan mengurusi persoalan masyarakat. Bahkan komoditi seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging ayam dan lainnya, yang sempat dikeluhkan masyarakat maupun para pedagang.

“Kenapa saya mau bicara cabai merah, karena ini sempat membuat kita naik tensi. Makanya kenapa kita bergelut soal ini. Karena itu juga saya ingin bertemu importir, bagaimana penjelasan mereka,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, sumut

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top