Frekuensi Penerbangan di Kualanamu Turun 20 Persen

Jumlah penerbangan pesawat di Bandar Udara Kualanamu Sumatra Utara (Sumut) turun sekitar 20% dari Januari- September 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  16:51 WIB
Frekuensi Penerbangan di Kualanamu Turun 20 Persen
Calon penumpang pesawat udara berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2019). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, MEDAN — Jumlah penerbangan pesawat di Bandar Udara Kualanamu Sumatra Utara (Sumut) turun sekitar 20% dari Januari- September 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura II (Persero) jumlah total atau frekuensi penerbangan di Bandara Kualanamu sebanyak 47.921 penerbangan pada periode Januari-September 2019. Angka tersebut menurun kurang lebih 20% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Plt. Manager of Branch Communication & Legal Kualanamu Paulina HA. Simbolon mengatakan kenaikan harga tiket menjadi salah satu pemicu penurunan jumlah penumpang di awal tahun 2019. Harga tiket yang menjulang diperkirakan terjadi lantaran biaya operasional yang terus naik, salah satunya komponen harga avtur.

“Kalau soal [harga] tiket pesawat sebenarnya sudah menjadi isu lama dari awal tahun sejak tiket mendadak naik signifikan. Tapi semakin ke sini penerbangan sudah mulai normal kembali meskipun tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” kata Paulina kepada Bisnis, Jumat (4/10/2019).

Penurunan atau cancel flight, lanjutnya lantaran pada bulan September terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau, meski saat ini kondisinya sudah berangsur-angsur normal.

Dia menjelaskan untuk pergerakan pesawat di Bandara Kualanamu pada 1-2 Oktober 2019 sudah mulai normal, kendati memang tidak sebesar Oktober tahun lalu. Pergerakan pesawat sebenyak 437 penerbangan dengan total penumpang 51.540 orang, Sementara di 2019, hanya sebanyak 346 penerbangan dengan jumlah total penumpang 37.237 orang.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatra Utara melalui Bandara Kualanamu pada Januari-Agustus 2019 mencapai 1,74 juta penumpang. Angka tersebut turun sebesar 32,85% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018, yang mencapai sebanyak 2,6 juta penumpang.

Di sisi lain, Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi mengatakan, penumpang domestik yang datang di Sumatra Utara selama Januari-Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 33,22% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni menjadi 247.912 penumpang.

Sementara itu, lanjutnya, penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing secara kumulatif sampai dengan Agustus 2019 727.414 orang, atau turun 0,99% dibandingkan periode yang sama pada 2018. Penurunan tersebut seiring dengan penurunan jumlah penumpang sebesar 0,91% sampai dengan Agustus dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara untuk penumpang angkutan laut,lanjut Suhaimi, secara kumulatif Januari-Agustus 2019 mencapai 141.292 orang, atau naik sebesar 135% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski jumlah penumpang yang datang pada Agustus 2019 tercatat turun sebesar 93,24% jika dibandingkan dengan bulan lalu, atau hanya sebanyak 9.391 penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut, bandara kualanamu

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top