Sumut dan India Sinergikan Kerja Sama Perdagangan

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) berkomitmen memperkuat sinergi kerja sama perdagangan dengan India.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  20:23 WIB
Sumut dan India Sinergikan Kerja Sama Perdagangan
Ulos, kain khas Batak. Kerajinan ini berpotensi menjadi komoditas perdagangan ke India. - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) berkomitmen memperkuat sinergi kerja sama perdagangan dengan India.

India merupakan negara tujuan ekspor ketiga Sumut setelah Amerika Serikat dan Tiongkok. Sejak bulan Januari-Mei 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor Sumut ke India sebesar US$195,987 juta dengan impor sebesar US$96,807 juta . Sebagian besar kerja sama tersebut adalah kelapa sawit dan produk turunannya, batu bara, kelapa dan gambir.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan kerjasama dengan India dapat dikembangkan tak hanya untuk produk kelapa sawit, batu bara, dan hasil pertanian lainnya.

“Kita ini penghasil ulos dan songket, tetapi benang kita impor dan salah satunya impor dari India. Sekarang kita ingin bagaimana agar bisa memproduksi benang sendiri, entah itu kita membeli mesin dari India dan mendidik masyarakat kita untuk bisa memproduksi benang, atau pihak India yang berinvestasi di sini untuk memproduksi benang. Ini akan kita dalam lagi,” katanya, Rabu (2/10/2019).

Lebih lanjut, Edy berharap ke depan Sumut dapat mengurangi impor daging kerbau yang rata-rata setahun sebesar 1500 ton. Antara lain melalui investasi pengembangan peternakan di Sumut. Untuk itu, Pemprov Sumut memberikan kesempatan investor India untuk berinvestasi usaha peternakan kerbau di Sumut.

Hal tersebut, kata Edy, dapat memangkas ongkos pengiriman, karena selama ini impor daging kerbau harus terlebih dahulu melalui Jakarta. “Ini perlu kita dalami lagi. Kita akan coba mempermudah investor India yang ingin membuka peternakan kerbau di Sumut. Bila ada kita akan siapkan lahannya. Bila berhasil tentu ini sangat menguntungkan, memangkas ongkos dan memberdayakan masyarakat Sumut sendiri,” lanjutnya.

Kendati begitu, dia mengatakan untuk merealisasikan hal tersebut memang membutuhkan kajian lebih dalam, terutama yang menyangkut regulasi.

Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat menyambut baik apa yang disampaikan Gubernur. Pihaknya akan menindaklanjuti potensi kerja sama tersebut. Bidang lain yang punya potensi besar untuk dikerjasamakan, katanya, adalah kerja sama di bidang pariwisata.

Menurutnya, potensi kerja sama di bidang pariwisata sangat besar, hanya saja kendala saat ini adalah masalah promosi dan penerbangan. Untuk tahun ini, menurutnya, turis India mencapai 600 ribu orang dengan tujuan Jawa, Bali dan Lombok. Ke depan, akan diupayakan kunjungan turis India ke Sumut.

“Dengan kerja sama Sumut kita akan berupaya mengarahkan turis pada bulan November ke Sumut, untuk melihat Danau Toba, Brastagi dan daerah-daerah menarik lainnya. Sumut ini punya potensi besar di bidang pariwisata hanya saja karena kurang promosi di negara kami sedikit yang datang ke sini, ditambah lagi tidak ada penerbangan langsung dari India ke Sumut,” kata Pradeep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top