Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akibat Asap, Empat Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru

Empat pesawat gagal mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akibat pekatnya kabut asap di wilayah tersebut.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 September 2019  |  11:04 WIB
Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019). Kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau membuat kabut asap pekat disertai aroma menyengat kembali menyelimuti Kota Pekanbaru khususnya pada pagi dan malam hari. - Antara/Rony Muharrman
Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019). Kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau membuat kabut asap pekat disertai aroma menyengat kembali menyelimuti Kota Pekanbaru khususnya pada pagi dan malam hari. - Antara/Rony Muharrman
Bisnis.com, PEKANBARU — Empat pesawat gagal mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akibat pekatnya kabut asap di wilayah tersebut.
Data BMKG pukul 10:30 WIB menunjukkan jarak pandang di Bandara Pekanbaru hanya 600 meter akibat asap.
 
Officer in Charge Bandara SSK II Pekanbaru Benni Netra mengatakan empat pesawat itu adalah Batik Air, Citilink, Malindo Air, dan Lion Air.
 
"Info dari empat pesawat yang sempat holding untuk mendarat tadi, akhirnya dua penerbangan dialihkan ke Batam, satu balik ke Subang dan satu balik ke Jakarta," ujarnya, Minggu (22/9/2019).
 
Dua pesawat yang dialihkan pendaratan ke Batam yaitu Batik Air ID 6856 dari Jakarta, lalu Lion Air JT 276 dari Yogyakarta.
 
Sementara itu dua pesawat yang balik ke bandara asal yakni Malindo Air OD 362 asal Subang Malaysia, dan Citilink QG 936 asal Jakarta.
 
Adapun saat ini kualitas udara di Pekanbaru terus memburuk akibat kabut asap yang sudah dua bulan terjadi. Menurut data aplikasi Air Visual, status udara di Pekanbaru berada di angka 749 atau berbahaya bagi makhluk hidup.
 
Saat ini sebagian masyarakat sudah memilih untuk mengungsi dari Pekanbaru Riau, ke daerah lain yang kualitas udaranya lebih baik seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Pulau Jawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kabut Asap riau kebakaran hutan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top