Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bayi Usia 3 Hari Diduga Meninggal Akibat Kabut Asap, Begini Tindakan Diskes Riau

Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan pemeriksaan atas adanya informasi bayi usia tiga hari meninggal. Bayi tersebut diduga meninggal akibat terpapar kabut asap.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 September 2019  |  16:33 WIB
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (10/9/2019) pagi - Bisnis/Arif Gunawan
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (10/9/2019) pagi - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan pemeriksaan atas adanya informasi bayi usia tiga hari meninggal. Bayi tersebut diduga meninggal akibat terpapar kabut asap.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Riau Yohanes menjelaskan pihaknya tidak bisa langsung menyimpulkan penyebab adanya bayi meninggal akibat asap.

"Kami sedang investigasi kebenaran informasi bayi meninggal karena asap, tidak bisa langsung disimpulkan," ujarnya, Kamis (19/9/2019).
 
Diskes akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan ke sejumlah lokasi, yaitu rumah sakit, juga rumah korban meninggal.

Dari upaya itu, akan diketahui dengan jelas apakah benar bayi itu meninggal karena asap atau ISPA.

Sementara itu Evar, ayah bayi usia tiga hari yang belum diberi nama itu, menjelaskan anaknya sempat demam tinggi sebelum akhirnya meninggal, Rabu (18/9/2019) malam.

Bayi itu lahir pada Senin (16/9/2019) pukul 16:50 WIB dengan proses normal dan keadaannya sehat. Keesokan harinya pada Selasa malam, bayi mulai batuk, pilek, serta demam panas tinggi.

"Pagi Rabunya sempat diobati bidan, dan panasnya turun. Tapi malam panasnya naik lagi sampai 41 derajat, akhirnya oleh bidan dirujuk ke rumah sakit. Tapi di perjalanan, anak saya sudah tidak ada lagi," ujar Evar.

Meski sudah tiada, Evar tetap membawa bayinya ke rumah sakit. Berdasar penuturan dokter, bayi tersebut meninggal karena virus yang disebabkan oleh kabut asap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bayi kebakaran hutan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top