PTPN VII Investigasi Kebakaran Kebun Tebu Cintamanis

PTPN VII melakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya unsur kesengajaan terkait kebakaran lahan tebu di Unit Cinta Manis beberapa hari terakhir.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 13 September 2019  |  19:53 WIB
PTPN VII Investigasi Kebakaran Kebun Tebu Cintamanis
Ilustrasi kebakaran lahan. - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII melakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya unsur kesengajaan terkait kebakaran lahan tebu di Unit Cinta Manis beberapa hari terakhir.

Sekretaris Perusahaan PTPN VII Okta Kurniawan mengatakan setiap ada kejadian kebakaran, tim di lapangan segera melakukan penanganan.

“Semua kejadian kebakaran kami catat, kami investigasi, dan kami laporkan ke para pihak, termasuk ke kepolisian,” katanya dalam keterangan resmi pada Jumat (13/9/2019).

Bahkan, kata Okta, jika diduga ada unsur kesengajaan baik dari internal maupun eksternal, perusahaan akan melanjutkan proses ke jalur hukum sesuai dengan perundang-undangan.

Dia mengaku pihaknya belum tahu pasti penyebab terjadinya kebakaran lahan di area perkebunan tebu tersebut.

Berdasarkan catatan perusahaan, luas lahan terbakar di rayon 1 sekitar 7,5 ha pada 9 September 2019. “Sampai dengan September 2019, luasnya mencapai 115 ha dan belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran,” tutur Okta.

Sebelumnya, PTPN VII menyangkal tudingan sejumlah pihak yang menyebut kebakaran di wilayah kebun perusahaan adalah tindakan sengaja yang dilakukan BUMN tersebut.

Sangkalan tersebut menyangkut kebakaran kebun tebu yang terjadi di Unit Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, selama beberapa hari terakhir.

Direktur Operasional PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII yang mengelola industri gula Cinta Manis dan Bungamayang (di Lampung), Dicky Cahyono, mengatakan pihaknya tidak menerapkan kebijakan membakar lahan menjelang panen.

Dicky menjelaskan manajemen telah menetapkan prosedur standar operasi (SOP) zero burning atau tidak ada pembakaran dalam semua proses produksi.

Menurut dia, pihaknya telah mengantisipasi kebakaran lahan sejak beberapa tahun yang lalu. Meskipun saat ini masih ada kejadian kebakaran di beberapa titik pada lahan perkebunan, namun perusahaan berupaya menangani dengan cepat.

“Model atau cara penanganan kebakaran lahan pada kemarau tahun lalu itu kami pertahankan. Pada kemarau tahun ini, walaupun masih ada saja kebakaran, tetapi dapat segera kami kendalikan,” ucapnya.

Dia mengemukakan lahan tebu berpotensi terbakar mana kala musim kemarau tiba, sebab pada saat yang sama, tanaman tebu yang siap tebang, daun tuanya cenderung kering sehingga kebakaran lahan tebu itu sering terjadi.

Dicky menambahkan perusahaan sudah menyiapkan infrastruktur dan sarana untuk menanggulangi kebakaran di pabrik gula Cinta Manis antara lain, empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar), 15 unit traktor Damkar, 2 mobil patroli, 12 traktor penyekat, 4 motor road grader isolasi, puluhan menara pantau, dan ratusan unit knapsack sprayer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ptpn vii, Karhutla

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top