Kondisi Udara Palembang Sudah Tidak Sehat Akibat Asap

Kondisi udara di Kota Palembang dan sekitarnya sudah masuk dalam kategori tidak sehat.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 10 September 2019  |  13:55 WIB
Kondisi Udara Palembang Sudah Tidak Sehat Akibat Asap
Sejumlah kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (8/9/2019). Kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan. - Antara/Mushaful Imam

Bisnis.com, PALEMBANG – Kondisi udara di Kota Palembang dan sekitarnya sudah masuk dalam kategori tidak sehat akibat asap hasil kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di daerah Sumatra Selatan.

Kondisi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, pada Selasa (10/9/2019).

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiajidi, mengatakan kondisi cuaca tersebut berada dalam rentang 180—87 mikrogram per meter kubrik berdasarkan data partikulat (PM 10) pada (10/9) pagi.

“Dikarenakan angin dari arah tenggara berikut titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan >80% yang berkontribusi asap di Kota Palembang dan sekitarnya. Kondisi itu menyebabkan data PM 10 dalam kategori tidak sehat,” katanya dalam keterangan pers.

Dia menjelaskan indikasi dari asap tersebut, selain mengurangi jarak pandang juga bau asap yang khas, perih di mata, sesak pada pernafasan dan matahari akan terlihat berwarna oranye kemerahan pada sore. Warna tersebut disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh polutan yang terdapat di atmosfer.

Menurut Beny, diprakirakan kondisi asap ini akan terus berlangsung di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya hingga hilang atau padamnya titik-titik panas tersebut.

Sementara berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG dengan rentang prakiraan tanggal 9 September hingga 16 September 2019 belum ada potensi hujan di wilayah Sumsel.

“BMKG berulang kali menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran dan tetap membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sisa-sisa dari pembabatan seiring akan masuknya musim tanam,” katanya.

Berdasarkan pengamatan/observasi cuaca yang dilakukan di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang selama kurun waktu 24 Jam tanggal 9 September 2019 didapati kondisi cuaca didominasi cuaca dengan kriteria Asap dengan kelembapan antara 45-95%.

Adapun temperatur antara 23-35 derajat celcius dan angin dari Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knots (9-37 Km/Jam).

Kekeruhan udara (asap) yang mengandung partikel-partikel kering menyebabkan jarak pandang berkisar antara 1000-8000 m, dengan jarak pandang terendah terjadi pada 23.00 UTC ( 06.00 WIB).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palembang, sumsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top