CTE Tuntaskan Pabrikasi Alat Pengeboran Migas di Natuna

PT Citra Tubindo Enginering (CTE) berhasil menuntaskan pengerjaan proyek pabrikasi peralatan pengeboran minyak dan gas (Migas) untuk ladang migas Blok A di laut Natuna, Kepulauan Riau
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 03 September 2019  |  12:02 WIB
CTE Tuntaskan Pabrikasi Alat Pengeboran Migas di Natuna
Tiga Subsea Manifolds yang dinamai project Bison manifolds, Iguana manifold, dan Gajah Puteri manifold yang menjadi Big Project Phase 2 oleh PT CTE yang akan dikirim ke Blok A di Laut Natuna. Hasil fabrikasi karya perusahaan dalam negeri dan dikerjakan oleh anak negeri sendiri. - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM-PT Citra Tubindo Enginering (CTE) berhasil menuntaskan pengerjaan proyek pabrikasi peralatan pengeboran minyak dan gas (Migas) untuk ladang migas Blok A di laut Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). 

Penyelesaian proyek yang dinamai Big Project Phase 2 oleh PT CTE ini menjadi catatan tersendiri, dimana fabrikasi tiga Subsea Manifolds yang dinamai project Bison manifolds, Iguana manifold, dan Gajah Puteri manifold ini merupakan karya perusahaan dalam negeri dan dikerjakan oleh anak negeri sendiri.

Big Project Phase 2 ini sendiri adalah proyek perusahaan Premiere Oil yang menjadi operator untuk Blok A. PT Timas Suplindo sebagai EPC Kontraktor Premier Oil, kemudian memberikan pekerjaan tersebut kepada PT. CTE untuk memfabrikasi ketiga subsea manifolds dengan berat  masing-masing 95 ton tersebut.

Presdire PT. CTE Kristenar Wiluan, menjelaskan proses fabrikasi pipa di subsea structure ini memakai super duplex spooling yang membutuhkan project management berpengalaman. PT. CTE yang mendapat tanggung jawab tersebut, diakui Kristenar menandakan bahwa kualitas perusahaan dan tenaga terampil dari dalam negeri mampu berbuat untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

"Kami sangat banga  bahwa  tidak ada masalah LTI HSE  dan Quality. Project ini telah membuktikan kemampuan tenaga kerja Indonesia mampu mengerjakan project peralatan Migas dengan International quality," kata Kristenar dalam acara Sail Away Ceremony Big Project Phase 2 Campaign di Worshop 6 PT CTE pada Senin (2/9).

Sebelumnya, Kristenar menjelaskan bahwa PT. CTE juga telah menyelesaikan Big Project Phase 1 pada 2013 lalu. Saat itu PT. CTE mengerjakan Modules dan Pipe Spooling untuk kedua Hydraulic Control Skids yang telah dipasang untuk mengontrol subsea manifolds Bison, Iguana, dan Gajah Puteri yang akan segera di load out.

Tenaga Ahli Lingkungan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sulistya Hastuti Wahyu, menyambut baik capaian PT. CTE yang menurutnya sudah sangat maksimal. 

Ia yang terus melakukan monitoring terhadap proyek ini, melihat langsung bagaimana proses pengerjaan yang menghasilkan kualitas yang tidak kalah bahkan lebih baik dari hasil fabrikasi dari luar negeri.

"Yang pertama fabrikasi Indonesia yang dipakai Exon Mobile dan mendapat apresiasi dari Cevron. Ini luar biasa rapi, fabrikasi di luar tidak serapi ini," kata Sulistya.

Vice President Operation & Development Premiere Oil Kun Haryanto, menuturkan Big Project Phase 2 senilai US$ 325 juta ini rencananya akan langsung dikirim ke Blok A. Sementara untuk proses pemasangannya sendiri masuk dalam Big Project Phase 3 yang dalam waktu dekat akan dilakukan.

Haryanto sendiri berharap fase demi fase yang dijalani bisa berjalan lancar, sehingga proses pengaliran gas bisa segera dilakukan.

"Harapan kami bisa langsung menghasilkan gas. kalau on schedule insyaallah gas tahun ini sudah mengalir," kata Haryanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pengeboran, kepri, Blok Natuna

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top