Wisata Halal di Danau Toba: Tidak akan Menghilangkan Kearifan Lokal

Masyarakat di kawasan Danau Toba tidak perlu resah dan khawatir, tentang adanya konsep wisata halal di Danau Toba. Pasalnya, konsep wisata halal tidak akan menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu di kawasan Danau Toba.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 03 September 2019  |  19:47 WIB
Wisata Halal di Danau Toba: Tidak akan Menghilangkan Kearifan Lokal
Danau Toba dilihat dari Geosite Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. - JIBI/Nancy Junita

Bisnis.com, MEDAN – Masyarakat di kawasan Danau Toba tidak perlu resah dan khawatir, tentang adanya konsep wisata halal di Danau Toba. Pasalnya, konsep wisata halal tidak akan menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu di kawasan Danau Toba.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba menanggapi polemik tentang konsep wisata halal yang berkembang di masyarakat. “Tidak akan menghilangkan kearifan lokal. Dipastikan bahwa semua kearifan lokal akan menjadi keunikan dan menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Parlindungan Purba, seperti dikutip Selasa (3/9/2019).

Parlindungan menjelaskan bahwa konsep wisata halal adalah dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para turis yang datang ke Danau Toba, baik dari dalam dan luar negeri. Antara lain dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan muslim dan agama lainnya, misalnya makanan vegetarian dan lain-lain.

“Jadi intinya adalah kenyamanan. Kita harus buat wisatawan nyaman berkunjung ke Danau Toba, agar semakin banyak wisatawan yang datang dan berlama-lama di Danau Toba. Karena itu fasilitas yang dibutuhkan para turis harus tersedia,” jelasnya.

Jika banyak turis yang datang, kata Parlindungan, maka akan semakin banyak pula uang yang berputar dan menggerakkan roda perekonomian di kawasan Danau Toba. Usaha penginapan dan rumah makan akan tumbuh, karena banyak turis yang menginap dan makan. Begitu juga dengan berbagai usaha jasa lainnya yang dikelola masyarakat, akan semakin berkembang.

Karena itu, menurut Parlindungan, berbagai upaya untuk memajukan pariwisata Danau Toba harus didukung oleh semua pihak, termasuk masyarakat. Hal ini selaras dengan program pemerintah pusat yang telah menetapkan Danau Toba menjadi destinasi wisata prioritas dan super prioritas.

“Tanpa dukungan masyarakat, upaya dan program pemerintah untuk menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia akan sulit terwujud,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Novida Telaumbanua meluruskan bahwa konsep wisata halal sudah ada sejak lama. Wisata halal yang dimaksud adalah menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan para wisatawan, termasuk wisatawan muslim. Wisata halal bukanlah menghilangkan budaya yang sudah ada di daerah tempat wisata. Hal tersebut perlu dilakukan lantaran banyaknya wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba.

Apalagi saat ini, wisatawan mancanegara yang paling banyak datang adalah yang berasal dari Malaysia dan sekitarnya. Penduduk negara tetangga itu mayoritas muslim. Untuk itu segala keperluan wisatawan tersebut harus disiapkan. “Menyiapkan fasilitias adalah salah satu konsep penting dalam pariwisata,” katanya.

Dijelaskan juga, ada 3 elemen penting dalam pariwisata yang dinamakan konsep 3A, yaitu atraksi, aksebilitas, dan amenitas. Untuk elemen pertama yakni atraksi, katanya, Danau Toba sudah memenuhi syarat. Danau Toba memiliki pemandangan, budaya, dan alam yang luar biasa.

Sementara dari Amenitas, menurut Ria, Danau Toba masih perlu dibenahi. Amenitas adalah penyediaan fasilitas pendukung yang diinginkan oleh wisatawan berupa tempat ibadah, rumah makan, tempat peristirahatan dan lain sebagainya.

Untuk itu, semua keperluan pendukung untuk berbagai masyarakat yang datang harus ada. Apalagi Danau Toba sudah dijadikan destinasi utama oleh pemerintah pusat. “Jangan sampai orang yang rencananya datang 3 hari jadi 1 hari,” ujar Ria.

Konsep ke 3 adalah aksesbilitas. Konsep ini berarti Danau Toba harus mudah dicapai. Sarana dan prasarana menuju Danau Toba haruslah memudahkan wisatawan yang akan datang ke sana. Saat ini pemeritah sedang membangun jalan tol Tebing Tinggi – Parapat. Tidak hanya itu, bandara Silangit pun sekarang sedang diperpanjang landasannya guna menampung pesawat yang lebih besar. “ Jadi, tiga konsep tersebut sangat penting untuk mendatangkan wisatawan ke Danau Toba,” ujar Ria

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
danau toba

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top