Hotel & Tempat Hiburan di Batam Diimbau Tonjolkan Budaya Melayu

Hotel, restoran, dan tempat hiburan di Batam diimbau untuk memutar lagu atau musik serta menyajikan masakan khas melayu di tempat usahanya.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  13:02 WIB
Hotel & Tempat Hiburan di Batam Diimbau Tonjolkan Budaya Melayu
Pegawai Pemkot Batam ketika memberikan surat edaran terkait pemajuan budaya Melayu. - Disbudpar Batam

Bisnis.com, BATAM — Hotel, restoran, dan tempat hiburan di Batam diimbau untuk memutar lagu atau musik serta menyajikan masakan khas melayu di tempat usahanya.

Imbauan ini disampaikan Wali Kota Batam melalui surat edaran yang disampaikan ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Jumat (9/8/2019).

Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata mengatakan, surat edaran ini sebagai tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) No.1/2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Selain ke PHRI, surat edaran ini secara simbolis juga kita serahkan ke Sekretaris Daerah dan Sekretaris DPRD.

"Kita berharap sebelum ke swasta, amanat Perda ini terlebih dulu dilaksanakan pemerintah,” kata Ardiwinata.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin berharap Perda ini dapat dilaksanakan seluruh masyarakat Kota Batam. Pasalnya, aturan tersebut memuat ciri khas daerah.

Jefridin mengajak ke pelaku usaha wisata agar mendahulukan budaya melayu. Pengusaha di Batam juga bisa mencontoh hotel-hotel di Bali, di mana para pegawainya setiap hari menunjukkan kekhasan, dengan pakai udeng yang dikenakan.

"Budaya melayu itu harus ditinggikan seranting, didahulukan selangkah, melayu sebagai payung negeri. Batam paling tidak ada satu kali dalam seminggu. Tapi benar-benar pakaian melayu yang lebgkap. Betul-betul pakai songkok atau tanjak,” Kata Jefridin.

Dari sisi musik misalnya dengan pemasangan musik instrumental melayu di hotel, restoran, mal, pelabuhan, dan bandara dinilai sudah berjalan baik. Akan lebih baik apabila ada sajian penampilan live dari pemain musik tradisional.

Dari sisi menu makanan, banyak menu khas Melayu yang enak disantap. Seperti Roti Jala, Laksa, Kue Tepung Gomak, dan lain-lain. Pemakaian baju, pemutaran musik, hidangan menu khas, hingga penjualan suvenir bisa membantu perkenalkan melayu Kepulauan Riau ke daerah lain termasuk wisatawan mancanegara.

Selain itu, penggunaan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar pun bisa jadi pilihan. Seperti yang sudah diterapkan di beberapa ruang publik di daerah lain.

“Di Pekanbaru yang umumkan itu sudah mulai gunakan bahasa melayu. Kenapa Batam tidak. Batam pintu gerbang Indonesia. Dan sumber bahasa Indonesia kita adalah bahasa melayu Kepauan Riau dari Raja Ali Haji di Penyengat. Kalau sudah seluruh pelabuhan bandara melakukan ini, nampak ciri khas kita,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Batam ini.

Sementara itu Sekretaris DPRD Batam, Asril mengatakan untuk aturan pakaian melayu lengkap sudah dijalankan oleh pegawai. Sama seperti pegawai Pemkot Batam lainnya yang mengenakan baju melayu di hari Jumat. Namun untuk anggota dewan, meski sudah disiapkan pakaian melayu, belum semua memakainya.

“Dengan adanya surat edaran melalui pimpinan. kita akan mintakan ke pimpinan, untuk membuat surat ke pada seluruh anggota dewan dan pegawai sekretariat,” kata dia.

Surat edaran Walikota Batam terkait Perda Pemajuan Kebudayaan Daerah ini selanjutnya juga akan diserahkan kepada pengelola bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, kantor pemerintah dan instansi vertikal, BUMN, sekolah-sekolah, hingga fasilitas kesehatan. (K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top