Garuda & Lion Kembangkan Unit Perawatan Pesawat di Batam

Garuda Indonesia ikut terlibat dalam pengembangan kawasan MRO di Batam.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  17:40 WIB
Garuda & Lion Kembangkan Unit Perawatan Pesawat di Batam
Suasana Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau - Antara/M N Kanwa

Bisnis.com, BATAM-Pengembangan industri penerbangan di Batam kian diminati. Setelah sebelumnya Lion Air Group telah hadir dengan unit maintenance, repair, and overhaul (MRO) seluas sekitar 12 hektar di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam di Kecamatan Nongsa, kali ini perusahaan penerbangan plat merah Garuda Indonesia ikut terlibat dalam pengembangan kawasan MRO di Batam.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawadi menuturkan, rencana tersebut sudah mendapat lampu hijau dan akan diresmikan pada tanggal 14 Agustus 2019 mendatang. 

Pada prosesnya, kehadiran Garuda Indonesia di Batam yang akan segera diresmikan ini, dalam bentuk kerja sama antara Garuda Indonesia dengan Lion Group, dimana MRO Lion akan dikembangkan lagi menjadi dua kali lebih besar. Dari semula berukuran 12 hektar menjadi sekitar 25 hektar.

"Akan ada pembangunan hanggar lagi yang lebih besar dari sekarang. Pada prinsipnya tetap menggunakan nama MRO Lion, pembangunan hanggarnya akan ditambah melalui kerja sama keduanya. Tanggal 14 (14 Agustus) nanti Menko (Menko Perekonomian, Darmin Nasution) akan meresmikan MRO ini," kata Edy ketika ditemui di halaman gedung Marketing BP Batam pada Selasa (6/8).

Untuk teknis di lapangan sendiri, kedua perusahaan ini akan berbagi tugas, Lion Air Group akan menangani perawatan pesawat jenis Boeing, baik itu pesawat milik maskapai  Lion Group sendiri maupun milik Garuda Indonesia. Sementara Garuda Indonesia sendiri akan menangani perawatan pesawat jenis Airbus.

Dalam kunjungan Darmin tersebut, kata Edy lagi, juga akan dilaksanakan peresmian sekolah vokasi yang berfokus pada perawatan pesawat yang juga terletak di kawasan bandara dengan landasan pacu terpanjang se-ASEAN ini. Sekolah yang berada di bawah naungan Lion Group ini diharapkan akan menghasilkan tenaga terampil di bidang industri penerbangan.

"Saya senang di sana juga akan dibangun sekolah vokasi, artinya akan menghasilkan SDM dengan kemampuan dibidang penerbangan dari Batam," kata Edy lagi.

Rencana kerja sama antara Garuda Indonesia dengan Lion Group perihal pengembangan MRO di Batam ini sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Meskipun baru bisa terealisasi tahun 2019 ini, Edy mengaku senang dan berharap kerja sama tersebut bisa berjalan baik dan berkembang untuk mendukung perkembangan industri penerbangan di Indonesia.

Rencana pengembangan tersebut, berbanding lurus dengan upaya yang telah dilakukan salah satu perguruan tinggi di Batam, Politeknik Negeri Batam (Poli Batam) yang sebelumnya menjadi kampus politeknik pertama di Indonesia yang memiliki bangunan hanggar perawatan pesawat.

Bangunan hanggar yang menelan biaya sekitar Rp 38 miliar tersebut berdiri di atas lahan seluas 2500 m2 tepatnya di kompleks kampus terpadu Politeknik Negeri Batam yang berlokasi di Batam Center, Batam.

Bangunan yang diresmikan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada Kamis (18/7) lalu ini, dapat menampung satu pesawat jenis Boeing 737 300 atau Airbus 320, serta beberapa pesawat ukuran kecil sejenis Cessna, sundowner dan Navayo sebagai bagian dari fasilitas praktik pembelajaran perawatan pesawat udara untuk mahasiswa.

Selain itu, Bangunan hanggar terdiri dari 3 lantai ini juga dilengkapi 10 ruangan workshop/laboratorium khusus perawatan pesawat udara seperti aircraft system laboratory, general dan sheet metal workshop, composite workshop, Battery Shop & NDT, Engine and Propeller shop, avionic and instrumentation laboratory, electrical and wind tunnel laboratory, hydraulic shop, computer laboratory. Lima ruang kelas representative serta ruangan penunjang lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir berharap, hadirnya hanggar di Polibatam ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan hanggar di kampus politeknik di daerah lain. Fasilitas ini juga menjadi peluang besar bagi pengembangan SDM di bidang industri penerbangan, baik itu untuk kebutuhan dalam negeri, maupun untuk kebutuhan industri penerbangan di negara lain.

Program studi D3 Perawatan Pesawat Udara di Politeknik Negeri Batam sendiri, sampai saat ini masih tercatat sebagai program studi satu-satunya di Politeknik Negeri seluruh Indonesia. Secara spesifik program studi ini mengkhususkan layanan untuk menghasilkan lulusan Diploma ahli madya bidang perawatan pesawat udara yang qualified karena juga dilengkapi dengan Basic License for aircraft maintence yang diakui secara internasional.

Saat ini basic license yang telah dmiliki kategori A yang meliputi basic license untuk Body Airframe Fixed Wing (A1), Piston Engine (A3) dan Turbine engine (A4). Ke depan, dengan fasilitas hanggar yang sudah terbangun ini, Politeknik Negeri Batam akan dilengkapi juga dengan lisensi C atau Instrument Electrical, Radio and avionics, serta pengembangan hanggar sebagai Approved Maintenance Repair and Overhoul (MRO) untuk Engine pesawat dan Komponen part pesawat.

"Harapan saya, Polibatam mampu menyuplai tenaga kerja ke berbagai maskapai. Kita ingin lahir SDM dari sini," kata Nasir ketika itu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, garuda indonesia, hang nadim

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top