Musi Banyuasin Segera Bangun Pabrik Aspal Karet Berbasis Lateks

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memastikan bakal membangun pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks pravulkanisasi sebagai bagian dari hilirisasi komoditas andalan daerah tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  15:24 WIB
Musi Banyuasin Segera Bangun Pabrik Aspal Karet Berbasis Lateks
Ilustrasi: Penggunaan aspal karet - westernpma.org

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memastikan bakal membangun pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks pravulkanisasi sebagai bagian dari hilirisasi komoditas andalan daerah tersebut.

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan kepastian tersebut didapat setelah adanya kerja sama dengan Pusat Penelitian Karet dan PT Jaya Trade Indonesia beberapa waktu lalu.

“Kami sudah teken MoU dengan kedua pihak. Pendirian pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi adalah upaya untuk meningkatkan harga karet di kalangan petani,” ujarnya pada Selasa (6/8/2019).

Dia mengemukakan pembangunan pabrik tersebut ditargetka selesai dalam 3 bulan dan pada awal 2020 sudah beroperasi.

Dodi mengutarakan langkah tersebut juga merupakan lanjutan dari inovasi Pemkab dalam membangun jalan dengan aspal karet.

Bahkan, lanjutnya, dalam waktu dekat Pemkab Muba sudah menganggarkan untuk melanjutkan pembangunan jalan aspal karet di beberapa wilayah.

“Dengan adanya pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks pravulkanisasi ini akan menjadi lebih mudah realisasi pembangunan jalan aspal karet nantinya,” jelasnya.

Menurut Dodi, ada sekitar 337.000 hektare lahan perkebunan karet yang 90% merupakan milik petani rakyat.

“Kalau ini sudah berjalan, bayangkan saja akan ada ratusan ton karet petani yang terserap, dan tidak hanya karet dari Muba tetapi karet petani rakyat dari daerah lain yang ada di Sumsel bahkan juga dari luar Sumsel,” paparnya.

Dia menjelaskan untuk alat operasional nantinya di-support oleh Pusat Penelitian Karet, sambil menunggu operasional berjalan Pusat Penelitian Karet juga akan melatih petani karet di Muba.

Sebelumnya, Direktur Pusat Penelitian Karet M. Supriyadi, mengatakan realisasi pembangunan pabrik pengolahan aspal karet menjawab keinginan pemerintah pusat dalam meminta daerah di Indonesia melakukan inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal karet.

“Jadi, Muba ini bisa dikatakan trigger dalam implementasi program inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal karet di Indonesia,” ucapnya.

Kepala Dinas Perkebunan Muba Iskandar Syahrianto mengatakan nantinya dalam berjalannya pembangunan pendirian pabrik akan melibatkan petani yang tergabung dalam unit usaha pengolahan bahan olah karet (UPPB).

“Ada 58 UPPB yang bakal terlibat, selain itu, petani karet di Muba juga dapat meng-upgrade hasil perkebunan karet mereka,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori menambahkan pada 2019 ada beberapa infrastruktur jalan aspal karet yang akan dibangun antara lain peningkatan jalan di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, lanjutan peningkatan jalan Sp Gardu Harapan KUD Trijaya - Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais, peningkatan jalan Halaman Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin, Kecamatan Sekayu dan lanjutan peningkatan Jalan SD Model - Sp AMD Kecamatan Sekayu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aspal karet, sumsel

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top