Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daerah Rawan Karhutla Diminta Segera Tetapkan Status Siaga Darurat

Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan atau Kemenko Polhukam meminta kepada daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan untuk segera menetapkan status siaga darurat di wilayahnya.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  18:27 WIB
Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). Panasnya cuaca dan kencangnya angin membuat kebakaran cepat meluas sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut. - ANTARA / Rony Muharrman.
Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). Panasnya cuaca dan kencangnya angin membuat kebakaran cepat meluas sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut. - ANTARA / Rony Muharrman.

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan atau Kemenko Polhukam meminta kepada daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan untuk segera menetapkan status siaga darurat di wilayahnya.

Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Irjen Pol Carlo Brix Tewu mengatakan dari 11 daerah rawan karhutla, baru lima provinsi yang menetapkan status siaga darurat.

"Daerah yang belum menetapkan status siaga darurat harus segera ditetapkan," kata Carlo, Kamis (18/7/2019).

Adapun 11 daerah rawan karhutla di Indonesia yaitu Aceh, Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Babel, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kalsel, dan Papua. Sedangkan lima daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat yaitu Sumsel, Riau, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel.

Carlo menjelaskan ada keuntungan yang didapatkan daerah bila sudah menetapkan status siaga darurat karhutla, misalnya mendapatkan dukungan dana dari pemerintah pusat.

"Pemda akan dibantu anggaran pusat, karena itu kami minta segeralah tetapkan status siaga darurat karhutla, ditambah dari informasi BMKG kedepannya Indonesia akan mengalami musim panas yang lebih kering," kata Carlo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap Karhutla
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top