Satu Tahun Beroperasi, LRT Sumsel Angkut 2 Juta Penumpang

PT Kereta Api Indonesia Divre III Palembang mencatat jumlah penumpang kereta ringan atau light rail transit (LRT) Sumsel telah tembus 2 juta orang menjelang setahun keberadaan LRT pertama di Tanah Air tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  16:54 WIB
Satu Tahun Beroperasi, LRT Sumsel Angkut 2 Juta Penumpang
Sebagian penumpang bersiap memasuki kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang di Stasiun Jakabaring Palembang, Jumat (3/5). Moda transportasi anyar di Palembang tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata untuk Bumi Sriwijaya. - Bisnis/Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra/Abdullah Azzam

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia Divre III Palembang mencatat jumlah penumpang kereta ringan atau light rail transit (LRT) Sumsel telah tembus 2 juta orang menjelang setahun keberadaan LRT pertama di Tanah Air tersebut.

Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan jumlah penumpang tertinggi yang menggunakan moda transportasi itu terjadi pada 8 Juni 2019 yang sebanyak 24.622 penumpang.

“Keberadaan LRT Sumsel di Kota Palembang telah menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat untuk beraktifitas. Menjelang setahun keberadaannya, LRT telah mengangkut total 2.096.556 penumpang,” katanya, Selasa (9/7/2019).

Dia mengemukakan saat ini rata-rata penumpang LRT per hari mencapai 10.000 penumpang dan pada akhir pekan bisa mencapai lebih dari 12.000 penumpang.

Aida menjelaskan LRT Sumsel merupakan infrastruktur transportasi jangka panjang di wilayah Sumatra Selatan.

Diketahui, LRT Sumsel mulai digunakan pada 23 Juli 2018 bersamaan pelaksanaan Asian Games ke-18. Tujuannya, untuk mengakomodir kebutuhan transportasi bagi atlet, official, media serta masyarakat dalam perhelatan olahraga tersebut.

Aida mengemukakan berbagai upaya terus dilakukan untuk mengajak masyarakat menggunakan LRT sebagai transportasi sehari-hari.

“Salah satunya dengan melakukan integrasi antarmoda bus Damri dan Trans Musi mulai 22 Februari 2019 sehingga masyarakat lebih mudah untuk menggunakan transportasi publik dengan tarif yang terjangkau,” ujarnya.

Kemudian tanggal 7 Juni 2019 operasional LRT Sumsel ditambah 6 perjalanan lagi, beroperasi dari 52 perjalanan menjadi 58 perjalanan dari pukul 04.48 - 20.32 setiap hari dengan perjalanan terakhir dari stasiun Bandara pukul 19.30.

Menurut dia, penambahan jam operasional LRT untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan pilihan waktu yang lebih lama kepada masyarakat dalam menggunakan LRT.

Sebagai operator LRT Sumsel, perseroan mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Apalagi LRT merupakan salah satu alternatif transportasi masal yang murah, nyaman.

"Kami berharap dukungan dari semua pihak dan masyarakat untuk ikut menjaga dan menjadikan LRT Sumsel yang merupakan karya anak bangsa sebagai tulang punggung dalam sistem transportasi publik masa depan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palembang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top