Puncak Konsumsi LPG 3 Kg di Sumbagsel Terjadi Pada 1 Juni 2019

Menjelang Idulfitri 1440 H, tren konsumsi LPG 3 kg di Sumbagsel terlihat paling tinggi pada 1 Juni 2019 dengan jumlah peningkatan sekitar 134 persen dari rata-rata harian normal.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  15:52 WIB
Puncak Konsumsi LPG 3 Kg di Sumbagsel Terjadi Pada 1 Juni 2019
Warga antre membeli gas elpiji subsidi saat digelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com,JAKARTA — Menjelang Idulfitri 1440 H, tren konsumsi LPG 3 kg di Sumbagsel terlihat paling tinggi pada 1 Juni 2019 dengan jumlah peningkatan sekitar 134 persen dari rata-rata harian normal.

Apabila dikonversi dalam jumlah tabung pada hari tersebut ada penjualan sekitar 2.192 MT atau setara dengan 730 ribu tabung lebih.

Namun, pada hari berikutnya, konsumsi LPG 3 kg menurun signifikan menjadi 56 persen atau sekitar 924 MT setara dengan 308 ribu tabung. Tren peningkatan konsumsi LPG ini juga terjadi pada LPG Non PSO, yaitu Bright Gas dan Elpiji 12 kg.

“Sejak masa Satuan Tugas Ramadhan Idulfitri 1440 H berlangsung pada 21 Mei 2019 yang lalu, tren konsumsi LPG 3 kg ini memperlihatkan kenaikan, dan puncaknya terjadi pada 1 Juni lalu, sedangkan untuk LPG NPSO pada 29 dan 31 Mei sebagai hari tertinggi dengan konsumsi LPG mencapai 128 persen,” jelas Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf seperti dikutip dalam keterangan resmi yang dirilis Pertamina, Selasa (4/6/2019).

Rifky mengungkapkan sebelumnya Pertamina memprediksi selama masa Idulfitri akan ada peningkatan konsumsi LPG PSO sekitar 9 persen dan NPSO 3 persen. Namun pada hari ke-13 masa Satuan Tugas Ramadhan Idulfitri 1440 H, peningkatan tersebut sudah menyentuh angka 10,5 persen untuk LPG PSO dan 8,4 persen untuk LPG NPSO.

Dia menuturkan, Tim Satgas masih akan terus bertugas mengawal ketersediaan stok dan kelancaran distribusi hingga nanti H+15 Idul Fitri 1440 H.

“Biasanya, pada hari H lebaran itu sendiri akan terjadi penurunan konsumsi lagi. Namun dapat kami pastikan bahwa stok LPG di jalur distribusi resmi Pertamina ini aman,” jelasnya.

Selanjutnya, Rifky menghimbau kepada masyarakat untuk membeli LPG di Agen dan Pangkalan resmi Pertamina, agar mendapatkan harga yang sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lpg, sumbagsel

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top