Di Medan, Layanan Go-Clean Lebih Laris Dibandingkan ART Infal

Kenaikan pemesanan bisa menembus 150 persen dibandingkan hari biasa.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  10:28 WIB
Di Medan, Layanan Go-Clean Lebih Laris Dibandingkan ART Infal
Pembantu Rumah Tangga (PRT) pengganti atau infal meninggalkan penyedia jasa tenaga kerja di Jakarta, Jumat (8/6/2018). PRT infal yang bekerja selama libur Lebaran itu diupah sebesar Rp150.000- Rp200.000 per hari. - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, MEDAN -- Layanan Go-Clean di Medan, Sumatra Utara lebih diminati dibandingkan dengan jasa asisten rumah tangga infal.

Jumlah pemesanan Go-Clean bisa meningkat hingga 150 persen dibandingkan dengan hari biasa. 
 
Supervisor City Operations Go-Jek Medan Kevin Papilaya mengatakan layanan Go-Clean dibayar berdasarkan waktu penyelesaian pekerjaan dan menggunakan basis tarif normal. Sementara itu, Asisten Rumah Tangga (ART) infal biasanya dibayar berdasarkan jumlah hari dengan tarif yang lebih tinggi dari kondisi normal. 
 
"Trennya itu order kami naik 100-150 persen," ujarnya, Senin (27/5/2019). 
 
Lebih lanjut, Kevin menuturkan kenaikan pemesanan layanan Go-Clean bakal mulai terjadi pada H-3 hingga H+10 Lebaran. Layanan kebersihan on-demand ini mencakup membersihkan lantai, kamar mandi, hingga mencuci piring. 
 
Menurutnya, layanan ini sudah mulai dilirik kantor-kantor kecil yang tidak memiliki karyawan khusus. 
 
"Jadi kalau Lebaran, tidak perlu pakai ART infal yang kadang mahal sekali. Sekarang kantor kecil juga mulai pakai karena enggak punya OB [Office Boy]," tutur Kevin. 
 
Berbeda dengan Go-Clean, dia menyebut layanan lain seperti Go-Glam justru belum bisa menarik permintaan yang ada, meskipun secara umum kebutuhan untuk mempercantik diri jelang Hari Raya bakal naik. Salah satu alasannya adalah rata-rata klien salon sudah sangat terikat dengan salon langganannya. 
 
Selain itu, layanan kecantikan yang ditawarkan perlu lebih spesifik. Sebagai contoh, konsumen mencari penata rambut dan penata rias dengan standar yang cukup tinggi sehingga terlalu rumit untuk dikerjakan mitra Go-Glam. 
 
"Si pemesan ini enggak mau lepas dari salonnya. Sementara itu, pegawai [Go-Glam] juga enggak punya peralatannya karena si pemesan butuh sanggul, sasak, make-up," terang Kevin.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ramadan, Gojek

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top