Tingkatkan Akses Keuangan, BI Aceh Ajari UMKM Gunakan SIAPIK

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melatih sebanyak 150 pelaku UMKM untuk bisa menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK)
Abdul Hadi Firsawan
Abdul Hadi Firsawan - Bisnis.com 24 April 2019  |  20:09 WIB
Tingkatkan Akses Keuangan, BI Aceh Ajari UMKM Gunakan SIAPIK
UMKM

Bisnis.com, BANDA ACEH - Dalam rangka mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah agar lebih mudah mendapat akses keuangan dari perbankan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh melatih sebanyak 150 pelaku UMKM untuk bisa menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Zainal Arifin Lubis mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi SIAPIK kepada pelaku UMKM agar dapat digunakan sebagai alat bantu pencatatan transaksi keuangan yang praktis, user friendly, dan dapat diunduh secara gratis di Google Playstore. 

"Fitur-fitur SIAPIK dapat dipakai untuk menyusun laporan keuangan dengan mudah. SIAPIK tersedia pada perangkat android dan dekstop. Laporan keuangan yang dihasilkan juga lengkap dan disertai dengan analisis rasio-rasio keuangan tertentu," kata Arifin di Banda Aceh pada Rabu (24/4/2019).

SIAPIK yang dikembangkan Bank Indonesia pada tahun 2014 ini menjadi salah satu instrumen yang dapat dijadikan pelaku UMKM untuk mencatat transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan yang standar.

Dengan begitu, aplikasi ini diharapkan mengurangi asymetrical information oleh perbankan dan membantu perbankan untuk menganalisa calon debiturnya. 

Pada 2017, indeks keuangan inklusif di Indonesia mencapai 63%, meningkat dibanding tahun 2013 yang hanya sebesar 36%. Data ini menunjukkan terjadi peningkatan akses keuangan UMKM ke lembaga keuangan formal.

Selain itu data pertumbuhan kredit menunjukkan peningkatan, yaitu pada tahun 2017 sebesar 8,2% menjadi sebesar 11,75% pada tahun 2018. 

Dalam proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan kredit tahun 2019 di prakirakan tumbuh 10%-12%. Sementara Dana Pihak Ketiga diproyeksikan tumbuh 8%-10%. 

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia mendorong intermediasi perbankan yang seimbang dan berkualitas untuk meningkatkan akses keuangan.

"Salah satu pendekatan yang dilakukan Bank Indonesia adalah mendorong akses keuangan para pelaku UMKM," ujar Arifin.

Pelatihan yang berlangsung di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh itu didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan, lembaga pemerintah tingkat provinsi, serta perbankan.

Pasca pelatihan, BI Aceh akan bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala untuk melakukan pendampingan kepada 20 UMKM yang terpilih selama 6 bulan penuh agar dapat mengggunakan SIAPIK secara berkelanjutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aceh, akses keuangan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top