Perdagangan Besar & Eceran Dominasi Penyaluran Kredit UMKM Sumut

Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran kredit sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatra Utara.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  11:27 WIB
Perdagangan Besar & Eceran Dominasi Penyaluran Kredit UMKM Sumut
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN--Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran mendominasi penyaluran kredit sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatra Utara.

Dikutip dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sumatra bagian utara, total kredit ke sektor UMKM sebesar Rp58 triliun atau 36,4% dari total kredit produktif.

Berdasarkan lapangan usahanya, jenis kegiatan perdagangan besar dan eceran memiliki porsi Rp28,2 triliun.

Sisanya, usaha pertanian, perburuan dan kehutanan yakni sebesar Rp11,6 triliun dan industri pengolahan sebesar Rp5,6 triliun. Adapun, saat ini jumlah debitur untuk sektor UMKM di bank umum terdapat 723.705.


Sementara itu, untuk jenis kredit usaha rakyat (KUR) realisai penyalurannya hingga Februari 2019 menyentuh Rp555,8 miliar dengan 10.579 debitur.


Penyaluran KUR di Sumatra Utara cukup dinamis yakni penurunan pada 2016 dibandingkan 2017. Namun, mulai naik pada 2018.

Perinciannya, pada 2016 nilai KUR yang tersalurkan sebanyak Rp4,3 triliun dengan 171.423 debitur.

Kemudian, jumlahnya turun pada 2017 yakni menjadi Rp4,3 triliun dengan 139.732 debitur. Terakhir, pada 2018, penyaluran KUR mulai naik yakni menjadi Rp5 triliun dengan 155.397 debitur.

Secara umum, di tahun ini, pertumbuhan penyaluran kredit ditarget sebesar 8% hingga 9%. Hal itu, bertolak dari pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara yakni di kisaran 5,1% hingga 5,3%.

Adapun, untuk bisa mencapai target tersebut, penyaluran kredit difokuskan pada kredit kepemilikan rumah, industri yang berkontribusi terhadap ekspor dan pelaku usaha di sektor pariwisata.

Dari sisi persentasenya, setidaknya 55% hingga 60% dari total kredit bisa tersalurkan ke sektor produktif.

Bertolak pada realisasi pada dua tahun terakhir, penyalulran kredit produktif telah menyentuh 74,9% dari total kredit. Sementara itu, pada 2018, pertumbuhan kredit sektor produktif sebesar 4%.

Dari sisi nominalnya, realisasi total kredit dan pembiayaan sebesar Rp218,5 triliun pada 2018.

Sementara itu, dari Rp218,5 triliun, Rp212,8 triliun di antaranya berasal dari kredit dan pembiayaan sebesar Rp5,7 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi sumut, kredit umkm

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top