Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Studi Kelayakan Tol Dalam Kota Helvetia-Amplas Dimulai Tahun Ini

Jalan tol sepanjang 30,97 km itu, terdiri dari 3 seksi, yaitu Seksi I Helvetia - Titikuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titikuning - Pulobrayan sepanjang 12,44 km dan Seksi III Titikuning - Amplas sepanjang 4,25 km.
Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan./Istimewa-PT Jasa Marga
Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan./Istimewa-PT Jasa Marga

Bisnis.com, MEDAN - Studi kelayakan proyek pembangunan jalan tol dalam kota ruas Helvetia-Amplas Medan Sumatra Utara bakal dimulai tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM-PPTSP) Sumatra Utara, Arief Sudarto Trinugroho mengatakan setelah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dilakukan bersama pengembang jalan tol, studi kelayakan akan dimulai tahun ini untuk menghitung nilai investasi pasti yang akan dikeluarkan. 

Rencananya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk membangun jalan tol dalam kota ruas Helvetia – Amplas sepanjang 30,97 km.

Jalan tol sepanjang 30,97 km itu, terdiri dari 3 seksi, yaitu Seksi I Helvetia - Titikuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titikuning - Pulobrayan sepanjang 12,44 km dan Seksi III Titikuning - Amplas sepanjang 4,25 km.

"Mereka bikin FS [feasibility study] dulu. Baru masuk amdal [analisis dampak lingkungan] tetapi nanti bisa paralel," ujarnya saat dihubungi, Selasa (5/3/2019). 

Selain studi kelayakan, dia menyebut pembebasan lahan juga akan dimulai meskipun sebagian besar jalan menggunakan median jalan eksisting karena dibangun melayang.

Adapun, untuk beberapa titik seperti di Sungai Deli yang merupakan permukiman memerlukan pembebasan lahan. Menurutnya, pembangunan jalan tol tersebut sebagai upaya menata Kota Medan sekaligus menyediakan akses ke Danau Toba.

"Di Sungai Deli banyak pemukim di tepi sungai. Maksud Pak Gubernur langsung terbenahi sekaligus dengan adanya jalan tol," katanya. 

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan target kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut yakni 500.000 pertahun.

Menurutnya, target tersebut tak akan terealisasi tanpa pembangunan konektivitas yang mumpuni serta pembenahan pengaturan pengolahan sampah.

"Cita-citanya 500.000 wisatawan itu datang ke Sumatera Utara ini, tak akan datang itu dengan jalan berlobang, sampah. Tak kan datang mereka,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Akhirul Anwar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper