Musi Banyuasin Masih Potensial sumber Migas Nasional

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, menilai daerah tersebut masih potensial menjadi sumber migas nasional seiring ditemukannya cadangan gas baru di Blok Sakaemang yang dikelola perusahaan migas asal Spanyol, Repsol.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  16:08 WIB

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, menilai daerah tersebut masih potensial menjadi sumber migas nasional seiring ditemukannya cadangan gas baru di Blok Sakaemang yang dikelola perusahaan migas asal Spanyol, Repsol.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan penemuan terbaru terkait potensi cadangan gas hingga 2 triliun kaki kubik (TCF) itu menunjukkan daerah itu masih kaya akan migas.

“Kekayaan  sumber daya alam di Muba luar biasa, kami bersyukur dengan adanya penemuan baru cadangan gas ini karena dapat bermanfaat untuk Muba pada jangka panjang,” katanya, Jumat (22/2/2019).

Dodi mengatakan pemda berharap Repsol dapat  segera berproduksi dan  memberdayakan  warga sekitar sesuai bidang dan keahliannya.

Menurut Dodi, temuan tersebut tentu dapat menambah pendapatan negara untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, di samping menambah dana bagi hasil (DBH) migas bagi Muba sebagai daerah penghasil.

“DBH migas itu penting karena akan dimanfaatkan untuk pembangunan daerah Muba, hasil pengelolaan ini harus memberikan kontribusi positif bagi warga Muba,” katanya.

Sekayu- Ditemukannya cadangan gas baru di Blok Sakakemang yakni tepatnya sumur Kaliberau Dalam (KBD) 2x yang berlokasi di wilayah kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin direspon Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.

Diketahui, Repsol mengumumkan telah menemukan potensi cadangan gas baru di Blok Sakakemang,yakni tepatnya sumur Kaliberau Dalam (KBD) 2x yang berlokasi di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba.

Repsol telah melakukan tes produksi sejak 10 Februari lalu. Eksplorasi yang dilakukan Repsol dibantu oleh dua anggota konsorsium lainnya, yakni Petronas dan Mitsui Oil Exploration.

Pengerjaan Repsol di wilayah kerja (WK) Sakakemang dilakukan setelah perusahaan tersebut berhasil membeli operator sebelumnya, Talisman, pada 2015. Itu menjadi sumur eksplorasi kedua Repsol di Blok Sakakemang.

Exploration Manager South East Asia Repsol, David Remos Herrero percaya bahwa temuan cadangan gas baru itu memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 

"Semoga bisa cepat produksi. Tentu saja ini sangat bernilai ekonomis," ujarnya.

Sementara Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan terkadang eksplorasi migas membutuhkan waktu lama untuk mendapat hasil.

"Kemarin kita kan masih belum bilang. Kalau mereka [Repsol] sudah bilang angka, ya itu jadi pedoman. Potensi lebih kurang 2 TCF. Asumsi sekarang, rig 1.500 HB. Kadang dikerjakan bertahun tahun enggak dapat, dengan kedalaman 2.430 meter dapat cadangan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cadangan migas, musi banyuasin

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top