Sumsel Tak Miliki Pabrik Pengolahan Kelapa, Petani Merugi

Pemprov Sumatra Selatan menyebut produksi kelapa asal provinsi itu lari ke daerah lain, terutama Padang dan Medan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  19:05 WIB
Sumsel Tak Miliki Pabrik Pengolahan Kelapa, Petani Merugi
Minyak kelapa. - Homeremediesforlife

Bisnis.com, PALEMBANG — Pemprov Sumatra Selatan menyebut produksi kelapa asal provinsi itu lari ke daerah lain, terutama Padang dan Medan lantaran tidak adanya satupun pabrik pengolahan kelapa di Bumi Sriwijaya tersebut.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Yohanes H. Toruan, mengatakan kondisi tersebut turut mendukung rendahnya harga yang diterima petani kelapa di Sumsel.

"Harga kelapa yang diterima petani rendah karena yang diekspor itu betul-betul hanya kelapa mentah apalagi larinya ke Sumut dan Sumbar karena kita tidak punya pabrik," katanya, Rabu (20/2/2019).

Yohanes mengemukakan pemprov berupaya menggandeng pihak swasta untuk membangun pabrik pengolahan kelapa di Sumsel. Tentu saja, dia menjanjikan, pemerintah daerah bakal memberikan dukungan terhadap kegiatan investasi itu.

Dia mengatakan pihaknya bakal menawarkan lokasi pabrik yang dekat dengan sumber bahan baku, yakni di Kabupaten Banyuasin. Diketahui, kabupaten itu merupakan sentra penghasil kelapa terbesar di Sumsel.

"Dukungan dari pemda, kami permudah investasi, kami tawarkan lokasi yang cocok. Jika ada pabrik di sini maka tentu saja petani bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi karena ada nilai tambah di situ," katanya.

Yohanes menilai kelapa merupakan komoditas perkebunan yang potensial untuk investasi seiring tingginya permintaan baik di dalam maupun luar negeri.

Sebelumnya, Perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Banyuasin, Muhammad Asri menjelaskan Kabupaten Banyuasin sebagai sentra perkebunan kelapa belum memiliki pengolahan yang benar-benar bisa menyerap potensi produksi kelapa.

Padahal, luas lahan mencapai 45.000 hektare yang terbagi di lima kecamatan dengan hasil produksi 42.000 ton setiap masa panen.

“Total kisaran produksi Sumsel itu ada 55.000 ton, namun sisanya ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, kelapa saat ini menduduki peringkat ke enam dalam komoditas penyumbang nilai ekspor terbesar provinsi itu.

Komoditas kelapa tercatat berkontribusi sebesar 0,47% terhadap total ekspor nonmigas Sumsel pada Januari 2019, meskipun nilai ekspor kelapa pada tersebut tercatat anjlok 73,3% atau sebanyak US$1,1 juta dari periode yang sama tahun lalu senilai US$4,12 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, kelapa

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top