Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Asing Rendah, Pemerintah Aceh Fokus Tingkatkan Sektor Mikro

Selama 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh gencar mempromosikan sektor energi dan pariwisata kepada investor asing di berbagai negara, tapi belum memberikan hasil signifikan.
Abdul Hadi Firsawan
Abdul Hadi Firsawan - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  10:32 WIB
Pemandangan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dari atas ketinggian bukit Desa Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Rahmad
Pemandangan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dari atas ketinggian bukit Desa Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, BANDA ACEH -- Minimnya realisasi investasi asing di Aceh membuat Pemerintah Provinsi Aceh memfokuskan program pada pertumbuhan sektor mikro.

Selama 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh gencar mempromosikan sektor energi dan pariwisata kepada investor asing di berbagai negara, tapi belum memberikan hasil signifikan.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan banyaknya lapangan kerja. Masuknya investasi asing diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran di provinsi tersebut.

Namun, karena investasi perusahaan asing rendah, maka sektor mikro yang dinilai baik perkembangannya akan menjadi fokus pemerintah untuk ditingkatkan.

"Investasi harus dibangun dengan kekuatan sendiri, yaitu sektor mikro. Jadi kami revitalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) [Arun], bangun wilayah industri Ladong, mengembangkan Sabang, dan lainnya," paparnya dalam diskusi yang digelar Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (29/1/2019).

Menurut Nova, pola pembangunan daerah melalui klasterisasi sedang tren dan terlihat lebih tertata, seperti yang juga dilakukan oleh Malaysia. Meski memfokuskan pembangunan daerah melalui sektor mikro, pihaknya tidak menampik bahwa investasi masih menjadi faktor penting untuk memajukan daerah.

Penguatan sektor swasta yang berdampak pada bertambahnya lapangan kerja disebut menjadi jalan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Pemerintah mengharapkan ada semakin banyak pengusaha kreatif lokal yang mampu mengembangkan produknya serta menjualnya ke tingkat nasional dan internasional.

Perbankan diharapkan dapat lebih proaktif dalam membantu pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dari segi permodalan. Nova juga menyayangkan sikap Bank Aceh yang tidak menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2018 dan bahkan porsi kredit konsumtifnya mencapai 90%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh Zainal Arifin Lubis menyebutkan tren pertumbuhan ekonomi di Aceh bagus meski nilainya tidak tinggi. Cepatnya pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Aceh 2019 seharusnya bisa membuat pertumbuhan ekonomi Aceh lebih baik dari tahun lalu.

Dia melanjutkan potensi pertumbuhan sektor mikro di Aceh sebenarnya sangat besar karena pasarnya ada. Dalam beberapa tahun terakhir, BI Aceh juga sudah membuat beberapa program yang diharapkan memicu pertumbuhan sektor mikro.

"Kami berusaha mendekatkan bank dengan pengusaha. Ini salah satu upaya konkrit yang dilakukan BI untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui usaha mikro. Kami sasar itu di berbagai bidang seperti pertanian, handycraft, dan lainnya," ujar Arifin.

BI Aceh melihat sektor pertanian dan perikanan berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut agar tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan, sehingga menyerap tenaga kerja yang lebih besar dan menurunkan angka kemiskinan.

Tingkat inflasi Aceh uga dinilai menunjukkan tren baik dalam beberapa tahun terakhir, sedangkan tingkat kemiskinan dan pengangguran menunjukkan penurunan secara tahunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi aceh
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top