BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Target Gaet 1 Juta Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan menargetkan dapat menggaet 1 juta pekerja di Sumatra Bagian Selatan menjadi peserta aktif badan yang memberi perlindungan bagi tenaga kerja itu.
Dinda Wulandari | 24 Januari 2019 15:32 WIB
Rapat koordinasi daerah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel, Kamis (24/1/2019). - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG — BPJS Ketenagakerjaan menargetkan dapat menggaet 1 juta pekerja di Sumatra Bagian Selatan menjadi peserta aktif badan yang memberi perlindungan bagi tenaga kerja itu.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Arief Budiarto, mengatakan saat ini pihaknya baru merangkul 800.000 tenaga kerja menjadi peserta aktif.

"Kami terus mencari kepesertaan aktif meski ada tantangan karena seringkali ada tenaga kerja yang statusnya lepas di perusahaan yang berpengaruh pula pada kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan," katanya saat rapat koordinasi daerah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel, Kamis (24/1/2019).

Arief memaparkan untuk mendapat satu peserta aktif paling tidak pihaknya harus menggaet enam tenaga kerja di daerah tersebut.

Untuk mencapai target tahun ini, kata dia, pihaknya sudah menyusun sejumlah rencana salah satunya meningkatkan pelayanan dengan sistem elektronik.

"Sekarang semua serba elektronik, ada e-klaim jadi peserta datang dan tinggal bayar, ada e-antrean dan e-registrasi. Kami selalu melakukan penyempurnaan untuk layanan online ini yang sudah dimulai sejak 2 tahun lalu," jelas Arief.

Dia mengemukakan layanan secara elektronik tersebut dapat diakses melalui aplikasi BPJSTKu dari gawai peserta.

Target penambahan peserta aktif juga membuat badan tersebut mematok peningkatan penerimaan iuran pada tahun ini menjado Rp2,2 triliun dari semula Rp1,9 triliun pada tahun lalu.

Menurutnya, target kepesertaan akan fokus dikejar di sektor informal atau kategori bukan penerima upah. Karena potensinya di Sumsel cukup tinggi. Mayoritas tenaga kerja informal berprofesi sebagai petani, nelayan dan wirausaha rumahan (home industry).

“Pekerja di sektor informal sangat luas. Kami akan gencar melakukan sosialisasi di segala profesi. Menggugah kesadaran dan pemahaman pekerja mengenai manfaat kepesertaan,” katanya.

Pekerja informal yang sudah terdaftar, lanjutnya bakal terus dipertahankan. Mereka akan dibina agar terus menjadi peserta aktif.

Arief menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan juga telah membentuk Desa Sadar Jaminan Sosial untuk menggarap kepesertaan di sektor usaha yang potensial, seperti Perkebunan.

“Melalui program desa sadar itu kami bisa mengenalkan apa itu BPJS Ketenagakerjaan dan saya pikir itu cukup berhasil,” katanya.

Kemudian memaksimalkan sistem keagenan Penggerak Jaminan Sosial (Perisai) untuk memperluas cakupan kepesertaan terutama dari sektor informal.

“Di Palembang sendiri sudah ada 44 agen Perisai yang telah mengumpulkan sebanyak 5.400 peserta, mereka ini terus menyosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono mengatakan pencapaian Kanwil Sumbagsel tidak terlalu jelek, walaupun masih ada beberapa kekurangan.

Dirinya berharap jajaran bisa memaksimalkan potensi dan memperbaiki kesalahan yang ada.

“Penambahan peserta aktif serta peningkatan iuran harus dicapai,” katanya.

Guntur mengungkapkan secara nasional, pencapaian BPJS Ketenagakerjaan cukup menggembirakan. Data Desember 2018, jumlah pekerja yang sudah tercover sebanyak 30,8 juta pekerja. Jumlahnya meningkat dari 2017 yang hanya mencapai 28 juta.

“Target di tahun ini diharapkan bisa bertambah sebanyak 5 juta pekerja,” katanya.

Tag : palembang, bpjs ketenagakerjaan
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top