Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI: Ekonomi Sumut Diproyeksi Tumbuh 5,24% pada 2018

Di sektor konsumsi, pertumbuhan ekonomi didukung realisasi bantuan sosial dan gaji ke-13 pada periode Lebaran. Sementara itu, kenaikan investasi dilihat dari tren impor barang modal.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  09:08 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, MEDAN -- Pertumbuhan ekonomi di Sumatra Utara pada 2018 diperkirakan menyentuh 5,24%. 

Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatra Utara (Sumut) Hilman Tisnawan mengatakan pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut diyakini akan mencapai 5,24% sepanjang 2018, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar 5,12%. Menurutnya, mengacu pada konsumsi rumah tangga, pertumbuhan mencapai 6,6% sedangkan investasi sebesar 7,1%.

“Sumut itu tumbuh lebih baik dari nasional, didorong konsumsi dan investasi,” ujar Hilman, Rabu (23/1/2019).

Di sektor konsumsi, pertumbuhan ekonomi didukung realisasi bantuan sosial dan gaji ke-13 pada periode Lebaran. Sementara itu, kenaikan investasi dilihat dari tren impor barang modal.

Adapun kegiatan yang menyumbang pertumbuhan terbesar dari kelompok usaha agroindustri adalah komoditas sawit dengan porsi 56,1%. Besarnya kontribusi ini berpengaruh pada serapan tenaga kerja, yang mencapai 26,6% ke sektor ini.

Hal ini, terangnya, membuat ketergantungan dengan kondisi ekonomi global semakin tinggi karena adanya proteksi di India dengan kenaikan bea masuk dan ketidakpastian kelanjutan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari AS.

Hilman juga menyebut konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan melambat pada tahun ini karena sentimen politik. Begitu pula untuk kegiatan ekspor dan impor karena pelaku usaha cenderung menanti pemilihan umum selesai.

“Yang akan kelihatan menurun di konsumsi rumah tangga. Investasi akan menurun karena masih wait and see,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia sumut
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top