Palembang Minta Pusat Percepat Incenerator Sampah

Pemerintah Kota Palembang meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk penerapan insenerator untuk mengatasi pengelolaan sampah di kota itu.
Dinda Wulandari | 04 Desember 2018 15:00 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, PALEMBANG- Pemerintah Kota Palembang meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk penerapan insenerator untuk mengatasi pengelolaan sampah di kota itu.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) untuk mempercepat penggunaan insenerator.

“Kami ingin menindaklanjuti masalah pengelolaan sampah di Palembang, dengan menggunakan insenerator. Kami sudah cukup lama mengupayakannya oleh karena itu, kami minta dukungan pemerintah pusat, agar segera melakukan percepatan untuk masalah ini,” katanya, Selasa (4/12/2018).

Menurut Harnojoyo, masalah penanganan sampah di Palembang sudah sangat mendesak, Pasalnya sampah di TPA Sukawinatan sudah menumpuk.

“Kalau, ada insenerator ini, bisa mengatasi penumpukan karena insenerator inilah solusi untuk pembakaran sampah,” katanya.

Apalagi, dia melanjutkan, pengelolaan sampah menggunakan insenerator juga memiliki banyak manfaat lain, salah satunya ialah pembakaran akan menghasilkan listrik.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Palembang, Faizal AR mengatakan, sesuai dengan Perpres No 35 Tahun 2018, Palembang masuk sebagai salah satu kota dari 12 kabupaten/kota proyek strategi nasional untuk pengelolaan sampah.

“Karena ini proyek strategis maka pemerintah pusat mendukung penuh untuk pelaksanaan pengelolaan sampah insenerator di Palembang,” jelasnya.

Kendati begitu, Palembang harus mengikuti ketentuan, di mana untuk proses ini harus melalui mekanisme Build Operating Transfer.

“Selama ini, Palembang memakai sistem Build Operating Owner (BOO). Karena itu, kita minta petunjuk pusat agar perubahan ini tidak lagi menjadi kendala bagi Kota Palembang untuk mengatasi masalah sampah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Faizal AR mengatakan, pengembangan sampah menjadi energi listrik ini akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karya Jaya, Kertapati. Investasi ini memakan biaya sebesar Rp1,5 triliun.

Proyek insinerator telah digagas pemerintah kota sejak 2017. Program ini merupakan teknologi yang sudah digunakan di negara-negara maju, dengan memanfaatkan pengolahan sampah melalui pembakaran bahan organik.

Melalui teknologi ini, terang Faizal, maka sampah di kota Palembang yang mencapai 1.200 ton per hari akan dikelola hingga menghasilkan listrik mencapai 20 hingga 25 mega watt.

Dengan tenaga sebesar itu, maka pasokan listrik untuk kota Palembang tergolong aman. “Kita akan kejar

pelaksanaannya dalam tahun ini juga. TPA Karya Jaya akan menjadi yang pertama di Sumatra menggunakan sistem insinerator,” ujarnya.

Tag : palembang, pengolahan sampah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top